Suara.com - Sekelompok dokter bedah di Amerika Serikat mengatakan mereka telah sukses mentransplantasikan ginjal babi pada pasien manusia - suatu terobosan yang mereka harap dapat mengatasi masalah kekurangan organ donor.
Pasien penerima sudah mengalami kematian otak, yang berarti ia dibantu bertahan hidup oleh mesin dan tidak ada prospek akan pulih kembali.
Ginjal tersebut berasal dari babi yang telah dimodifikasi secara genetik untuk mencegah organ itu dikenali tubuh manusia sebagai objek "asing" dan ditolak.
Eksperimen ini belum dipublikasikan atau melalui kajian sesama sejawat (peer-review), tapi sudah ada rencana untuk itu.
Baca juga:
- Tentara AS sukses jalani cangkok penis dan kantung zakar pertama dalam sejarah
- Peneliti kian dekat wujudkan babi sebagai pendonor organ manusia
- Cangkok ginjal secara ilegal, belasan orang di Cina dipenjara
Para pakar berkata eksperimen ini adalah yang paling canggih di bidangnya sejauh ini.
Uji coba serupa telah dilakukan pada primata non-manusia, tapi belum pernah pada manusia, sampai sekarang.
Namun menggunakan organ babi untuk transplantasi bukanlah ide baru. Katup jantung dari babi sudah banyak digunakan pada manusia.
Dan, ukuran organ babi sangat cocok dengan tubuh manusia.
Baca Juga: Jika Dikonsumsi Berlebihan 3 Obat Ini Dapat Merusak Ginjal, Salah Satunya Pereda Nyeri
Selama operasi yang berlangsung selama dua jam di pusat medis University Langone Health, para dokter bedah menghubungkan ginjal babi donor ke pembuluh darah penerima yang mati suri untuk mengecek apakah organ tersebut dapat berfungsi dengan normal, atau ditolak.
Selama dua setengah hari setelahnya mereka mengamati ginjal tersebut dengan teliti serta melakukan berbagai pemeriksaan dan tes.
Peneliti utama Dr. Robert Montgomery berkata kepada BBC: "Kami mengamati sebuah ginjal yang pada dasarnya berfungsi seperti ginjal manusia, yang tampaknya cocok karena ia menjalankan semua tugas yang dijalankan oleh ginjal manusia normal."
"Transplantasi berfungsi dengan normal, dan tampaknya tidak mengalami penolakan."
Para dokter mentransplantasikan sebagian kecil kelenjar thymus si babi, bersama ginjalnya. Mereka berpikir organ ini dapat membantu mencegah tubuh manusia menolak ginjal tersebut dalam jangka panjang dengan membersihkan sel-sel imun liar yang dapat melawan jaringan babi.
Sebagai penerima cangkok jantung, Dr Montgomery berkata ada kebutuhan mendesak untuk menemukan organ bagi orang-orang dalam daftar tunggu, meskipun ia mengakui eksperimennya ini kontroversial.
"Paradigma tradisional bahwa seseorang harus mati supaya orang lain bisa hidup itu akan ketinggalan zaman.
"Saya memahami kekhawatiran [terkait eksperimen ini] dan saya akan bilang saat ini sekitar 40% pasien yang menunggu untuk cangkok organ meninggal dunia sebelum mereka menerimanya.
"Kita menggunakan babi sebagai sumber makanan, kita menggunakan babi untuk keperluan pengobatan - untuk katup jantung, untuk obat. Saya rasa ini tidak jauh berbeda."
Ia berkata penelitiannya masih dalam tahap awal dan masih diperlukan lebih banyak studi, namun menambahkan: "Ini memberi kami, saya rasa, kepercayaan diri baru bahwa akan baik-baik saja untuk memindahkan [prosedur] ini ke klinik."
Keluarga pasien penerima, yang ingin menjadi donor organ, memberi izin untuk operasi tersebut.
Regulator obat AS, FDA telah menyetujui penggunaan organ babi yang dimodifikasi secara genetik untuk penelitian seperti ini.
Dr Montgomery percaya bahwa dalam satu dekade, organ babi lainnya - jantung, paru-paru dan hati - dapat diberikan kepada manusia yang membutuhkan transplantasi.
Dr Maryam Khosravi, seorang dokter ginjal dan perawatan intensif yang bekerja untuk NHS di Inggris, mengatakan: "Pencangkokan organ hewan ke manusia sudah kita pelajari selama puluhan tahun, dan sangat menarik melihat kelompok peneliti ini membuat kemajuan."
Perihal etika, ia berkata: "Hanya karena kita bisa melakukan sesuatu tidak berarti kita harus melakukannya. Saya pikir masyarakat luas perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan ini."
Seorang juru bicara unit darah dan transplantasi NHS mengatakan bahwa mencari lebih banyak donor manusia yang cocok masih menjadi prioritas untuk saat ini: "Jalannya masih cukup panjang sebelum transplantasi seperti ini menjadi realita sehari-hari.
"Sementara para peneliti dan dokter terus melakukan yang terbaik untuk meningkatkan peluang hidup bagi pasien transplantasi, kami masih membutuhkan semua orang untuk membuat keputusan mengenai donasi organ mereka serta memberi tahu keluarga apa yang mereka inginkan seandainya donasi organ dimungkinkan."
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
Terkini
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama