Suara.com - Viral momen seorang wanita yang yang mengantarkan suaminya untuk menikah lagi dengan wanita lain. Cerita tersebut tersebar di media sosial salah satunya diunggah oleh akun Instagram @Zona.inspirasiwanita.
Dalam video yang beredar, sang perekam video mengaku kagum dengan keikhlasan istri dari pria tersebut.
“Masyaallah, kuatnya tante, Masyaallah, ya Allah,” kata sang perekam video, seperti dilihat oleh Suara.com, Selasa (26/10/2021).
Menyadur Terkini.id -- jaringan Media Suara.com, pernikahan tersebut terjadi di Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar.
Video berdurasi singkat itu diunggah oleh pemilik akun Facebook Nana Ratnawati Palaha.
Dalam video, Nana selaku perekam momen bahagia tersebut terlihat begitu kagum pada sosok istri pertama pengantin pria.
“Viral istri antarkan suami akad nikah atau poligami di Galesong Selatan, Takalar. Masya Allah,” tulis sang pengunggah.
Dalam video yang diunggah pada tanggal 24 Oktober 2021 itu juga terlihat seorang anak laki-laki yang duduk di dekat pengantin. Menurut informasi, anak itu adalah anak dari pengantin pria dan istri pertamanya.
“Masyaallah didampingi sama anaknya yang bungsu,” sebutnya.
Baca Juga: Minta Kulit Semangka Sisa Hajatan buat Pakan Bebek, Emak-Emak Terciduk Bungkus Benda Ini
Istri pertama tampak begitu dekat dengan calon istri kedua suaminya. Mereka terlihat beberapa kali saling peluk.
Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak keluarga yang bersangkutan.
Melihat video tersebut, warganet memberikan beragam tanggapan.
"Kalo aku mana sanggup nggak mau juga, wah wanita hebat," kata warganet.
"Pasti ada alasannya," ujar warganet.
"Kok saya nangis lihatnya," tutur warganet.
"Astaga jangan dijadikan trend yaw," ucap warganet.
"Wajah senyum hati menangis," tulis yang lain.
"Paling sebel ada berita-berita begini.. jangan dijadiin contoh yaa," kata warganet.
Video yang mungkin anda lewatkan:
Berita Terkait
-
Minta Kulit Semangka Sisa Hajatan buat Pakan Bebek, Emak-Emak Terciduk Bungkus Benda Ini
-
Demi Bantu Teman Ikut Kuliah Online, Mahasiswa NTT Patungan Beli HP
-
Viral Video Mahasiswa Berkelahi di Kantin UIN Raden Intan Lampung, Warganet: Bikin Malu
-
Viral Wanita Ini Pesan Bakso Tak Biasa, Penjualnya Malah Nawarin Nasi
-
Kapolsek Kutalimbaru Sumut Dicopot, Diduga Personel Cabuli Istri Tahanan
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Kemensos Salurkan Bansos Rp2,56 Triliun untuk Korban Bencana di Pulau Sumatra
-
Jabat Sekjen Kementan, Harta Mertua Dwi Sasetyaningtyas Tembus Rp3 Miliar Lebih
-
Tolak Hukuman Mati ABK Fandi Ramadan di Kasus 2 Ton Sabu, Legislator DPR: Bukan Aktor Dominan
-
Polisi Ungkap Kendala di Balik Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Konten Kreator Cinta Ruhama
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Propam PMJ Datangi SPBU Cipinang, Usut Oknum Aparat Diduga Aniaya Pegawai Hingga Gigi Copot
-
Balas Pledoi Kerry Riza, Jaksa Minta Hakim Tolak Seluruh Pembelaan Anak Riza Chalid
-
Lasarus Klarifikasi Soal Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret: Bukan Ditutup, Tapi Dibatasi
-
Penampakan Before-After TNI Bersihkan Lumpur di Rumah Warga Terdampak Bencana di Aceh
-
Update RUU PPRT dan Revisi UU Ketenagakerjaan di DPR, Partisipasi Publik Digelar Mulai 15 Maret