Suara.com - Seorang anak laki-laki berusia 15 tahun di India mencoba memperkosa seorang wanita berusia 23 tahun setelah menguntit korban pada Senin (25/10/2021).
Melansir dari The New Indian Express, Rabu (27/10/2021), kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 12.45 waktu setempat. Anak laki-laki tersebut menyeret wanita itu ke perkebunan terdekat di daerah Kondotty dan memukul wajah korban dengan batu.
Anak laki-laki itu mengikat tangan wanita tersebut menggunakan mantelnya. Tetapi, wanita itu berhasil kabur dan langsung lari ke rumah terdekat dari lokasi kejadian.
Dewan Lingkungan Kottukkara tiba setelah alarm dinyalakan. Wanita tersebut diberi pertolongan pertama terlebih dahulu dan kemudian dibawa ke rumah sakit.
“Namun, dia berhasil melepaskan diri dari cengkeramannya dan berlari ke rumah terdekat saat dia mencoba mengambil batu lain untuk menyerangnya,” ucap Ummer Farook, anggota dewan lingkungan Kottukkara dari Kotamadya Kondotty.
“Wajah wanita itu bengkak. Penyerang telah merobek pakaiannya. Kami memberikan pertolongan pertama pada wanita yang terluka tersebut dan memindahkannya ke Rumah Sakit Kondotty Taluk dan kemudian ke Rumah Sakit Universitas Kedokteran Manjeri,” jelas Farook.
Anggota dewan mengatakan wanita itu biasanya naik bus dari persimpangan untuk pergi ke pusat komputer.
Dari rumahnya, wanita itu harus berjalan satu kilometer untuk mencapai pertigaan Kottukkara. Dia biasanya mengambil jalan pintas melalui sawah untuk mencapai pertigaan.
Pelaku tersebut adalah seorang pelajar kelas 10 sekaligus juara judo tingkat kabupaten. Ia berhasil diidentifikasi dari keterangan yang diberikan wanita tersebut dan rekaman CCTV.
Baca Juga: Pria Asal Bantul Tega Perkosa Anak Pacarnya, Ancam Bunuh Korban jika Diadukan
Wanita tersebut mengatakan pelaku berbicara dalam bahasa Malayalam dan dia telah melihatnya di daerah itu beberapa kali.
Polisi mengatakan anak laki-laki tersebut telah ditahan pada Selasa (26/10/2021). Anak itu mengaku melakukan kejahatan selama interogasi.
“Anak laki-laki itu menderita beberapa bekas luka di tangan, leher, dan bibirnya dari kuku wanita itu saat dia menolak pemerkosaan,” tutur Kepala Kepolisian Distrik Malappuram, Sujith Das.
“Dia mengatakan kepada orang tuanya bahwa dia mendapatkan luka setelah dia jatuh saat mencoba melarikan diri dari anjing pengejar. Namun, selama interogasi terperinci, dia mengaku telah melakukan kejahatan itu.”
Inspektur Kondotty, Pramod, mengatakan anak laki-laki tersebut akan dihadirkan di hadapan dewan peradilan anak.
"Kami akan menyerahkan laporan ke dewan, di mana kami akan menyebutkan bahwa anak laki-laki itu telah mencoba memperkosa dan membunuh wanita itu," pungkas Pramod.
(Jacinta Aura Maharani)
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua