Suara.com - Beredar video yang memperlihatkan seorang wanita menyampaikan kritikan mengenai rencana pemerintah mewajibkan tes PCR di semua moda transportasi.
Video tersebut dibagikan oleh akun Tiktok @anifahsuryani. Video tersebut viral di media sosial.
Wanita tersebut menyalurkan pendapatnya mengenai rencana pemerintah yang mewajibkan untuk melakukan tes PCR di semua transportasi.
Menurutnya, hal tersebut perlu dipertimbangkan kembali. Pasalnya, harga tes PCR di kalangan menengah ke bawah masih tergolong mahal.
Dia memberikan contoh apabila harga tes PCR lebih mahal dari tiket transportasinya.
"Ini nggak semua nih semua transportasi kayak angkot, ojek online pakai tes PCR?" ujarnya.
"Heran ya, dikira semua rakyat itu mampu," imbuhnya.
Dia berpendapat rencana pemerintah harus benar-benar dipertimbangkan kembali.
Sebab menurutnya masih banyak masyarakat yang ekonominya masih terdampak akibat pandemi covid-19.
Baca Juga: Viral Pencurian Besi Penutup Gorong-gorong di Probolinggo, Reaksi Warganet Kocak
Meski demikian, dirinya paham rencana tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran covid-19.
"Iya paham, ini adalah bentuk kerja keras pemerintah untuk mengurangi kasus covid-19 ini," katanya.
Lebih lanjut, wanita tersebut berpendapat harga tes PCR dapat diturunkan lagi.
Hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat menengah ke bawah mampu melakukan tes PCR.
"Kenapa nggak diturunin lagi harga tes PCR, biar masyarakat kecil itu mampu," tuturnya.
Selain itu, dirinya juga menyinggung soal bisnis yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh pemerintah.
Berita Terkait
-
Viral Pencurian Besi Penutup Gorong-gorong di Probolinggo, Reaksi Warganet Kocak
-
Viral Cewek Tiktokan di Rumah Terendam banjir, Warganet Khawatir saat Lihat Hal Ini
-
Mytha Lestari Kepleset di Kolam saat Ngonten, Bikin Ngilu Tapi Ngakak
-
Viral Cewek Dihina Bagian Tubuhnya Ini Mirip Logo BTS, Reaksinya Disorot
-
Soal Penurunan Harga Tes PCR, Roy Suryo: Jelas-jelas Bau Bisnis
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029
-
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
-
Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko
-
Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan