Suara.com - Seorang mandor atau manajer konstruksi bangunan turun ke media sosial setelah disepelekan oleh beberapa warganet karena ia dianggap 'terlalu cantik untuk bekerja jadi tukang bangunan'.
Menyadur The Sun Senin (8/11/2021), wanita bernama Autumn Westfall juga memiliki pekerjaan sambilan sebagai model.
Gadis berambut pirang asal Macomb, Michigan ini 'gerah' dengan stereotip gender yang ia dapatkan setiap hari sebagai seorang wanita di lokasi pembangunan.
Kepada 13.1k pengikutnya di Tiktok, ia mengatakan bahwa 'pretty privilege' benar-benar ada tapi tak selamanya menjadi hal yang positif.
"Hak istimewa sebagai wanita cantik memang ada dan itu benar-benar kasar ketika orang-orang menganggap Anda menarik dan mereka umumnya baik kepada Anda karena alasan itu saja."
Satu video di mana dia menjelaskan posisinya sebagai manajer konstruksi meledak di Tiktok dan mengumpulkan lebih dari 307,9 ribu tampilan.
Autumn menyulap pekerjaannya yang 'kasar' dengan merawat dua putrinya yang masih kecil, serta menemukan waktu untuk menjadi model Directions USA Models, Powerhouse Modeling Agency di North Carolina.
"Jadi saya bersumpah logik mereka adalah jika Anda cantik, memiliki rambut yang bagus, merias wajah, memiliki pakaian yang bagus, Anda mungkin tidak berada dalam posisi berkuasa atau memiliki kecerdasan apa pun."
"Bagi saya, bekerja di manajemen konstruksi dengan pekerjaan jutaan dolar dan saya tidak dapat memberi tahu Anda betapa 'menyenangkannya' ketika email saya diabaikan dan orang-orang hanya bicara dengan rekan laki-laki dan bertindak seolah saya di sana untuk melayani mereka."
Baca Juga: Desa di Bali Ini, Sejak Zaman Nenek Moyang Warganya Menjadi Tukang Bangunan
"Jadi ya, meskipun hak istimewa yang cantik adalah sesuatu, itu bisa dialihkan ke arah yang berlawanan."
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Ahli di Praperadilan Yaqut Sebut Penetapan Tersangka Kewenangan Penyidik, Bukan Pimpinan KPK
-
Soal Kerugian Negara Kasus Pertamina, Febri Diansyah Ingatkan Putusan Pengadilan Tipikor
-
Tembakan Polisi Tewaskan Remaja di Makassar, Polri Klaim Penggunaan Senpi Terus Dievaluasi
-
Larang Ada Interupsi dalam Sidang Praperadilan Yaqut, Hakim ke KPK: Ini Bukan Acara Talkshow TV
-
Kena Jebakan Rusia, Reza Pahlavi Rela Negaranya Dibom dan Sebut "Perang Salib"
-
Bareskrim Rampas dan Setor Uang Rp58,1 Miliar Hasil Kejahatan Judi Online ke Negara
-
Amerika Akui Tak Mampu Hadapi Drone-drone Iran
-
DPRD DKI: Sengkarut Tata Ruang Jakarta Harus Dibenahi!
-
Tolak Perang untuk Israel, Tangan Mantan Marinir AS Patah Ditarik Paksa oleh Senator di Ruang Sidang
-
YLBHI Desak Jaminan Hak Berserikat dan Kekuatan Eksekusi Hukum dalam RUU PPRT