Suara.com - Development Technology Strategy (DTS) Indonesia merilis survei terbaru tentang siapa calon presiden 2024, nama Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan menjadi yang teratas.
Executive Director DTS Ainul Huda menyampaikan, sebanyak 31,57 persen responden mendukung Ganjar Pranowo, 28,10 persen dukung Prabowo Subianto, dan 24,58 persen mendukung Anies Baswedan.
"Top three nya ada Ganjar, Anies, dan Prabowo. Ganjar dengan dukungan paling tinggi 31,57 persen, diikuti Prabowo, dan Anies Baswedan," kata Huda dalam jumpa pers, Minggu (14/11/2021).
Sementara dua nama yang sejauh ini sudah menyebar kampanye politik untuk 2024 seperti Puan Maharani dan Airlangga Hartarto tidak masuk dalam lima besar pilihan responden dalam survei ini.
Huda merinci responden di pulau Jawa paling banyak mendukung Ganjar sebanyak 38,46 persen, disusul Prabowo 26,45 persen, dan Anies 23,26 persen.
Sementara di luar pulau Jawa yang paling banyak mendukung Prabowo sebanyak 30,41 persen, Anies 26,43 persen, dan Ganjar 21,99 persen.
"Pendukung Ganjar memang fokusnya ada di tiga wilayah, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur," ujarnya.
Dari segi usia, Ganjar dipilih paling banyak di seluruh usia mulai dari generasi Z hingga orang tua atau boomer.
"Milenial lebih banyak memilih Ganjar dan Anies daripada Pak Prabowo," lanjut Huda.
Baca Juga: "Adu Bathuk" Ganjar dengan Hadi Rudyatmo Diterjemahkan Aneh-aneh, Ini Penjelasannya
Huda menyebut survei ini dilakukan dengan metode multistage random sampling selama tiga pekan pada Oktober 2021.
Responden terdiri dari 2.046 orang yang tersebar merata di 29 provinsi yang diwawancarai langsung, dan mengisi kuesioner terstruktur terprogram dengan CAPI smartphone.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM