Suara.com - Sejumlah politisi Partai Demokrat turut mengucapkan rasa kehilanggannya atau bela sungkawa terhadap meninggalnya eks petinggi partai Max Sopacua pada Rabu (17/11/2021) hari ini.
Sebelum meninggal dunia, Max Sopacua sempat tergabung dengan Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat Deli Serdang atau kubu Moeldoko.
Ucapan bela sungkawa pertama terlihat datang dari politisi Demokrat Rachland Nashidik. Ia mengaku mendapat kabar kepergian Max Sopacua sejak pagi hari tadi.
"Pagi ini mendapat kabar duka. Pak Max Sopacua berpulang dalam usia 75 tahun. Rest in peace, Pak Max," cuit Rachland lewat akun twitternya, Rabu (17/11/2021).
Rachland mengaku tetap mengganggap Max sebagai sahabat, meski Max memilih jalan berbeda berjuang dengan kubu Moeldoko.
"Saya selalu menganggapmu senior dan sahabat yang menyenangkan, bahkan ketika kita mengambil jalan berbeda," lanjutnya.
Kemudian ucapan bela sungkawa juga datang dari politisi Demokrat lainnya yakni Imelda Sari. Imelda mencuit kabar kepergian Max yang disampaikan anak Max yakni Ferro Sopacua.
"Innalillahi waiina ilaihi rojiun telah berpulang papa kami H. Zulkifli bin Adam (Max Sopacua) pada hari ini Rabu 17 November 2021 pukul 05.53 wib, mohon dimaafkan segala kekhilafan almarhum semasa hidup. Ferro Sopacua," tulis Imelda lewat akunnya @isari68.
Lebih lanjut, Imelda memohon agar semua pihak mendoakan Max Sopacua. "Al-Fatihah untuk Om Max," lanjutnya.
Baca Juga: Inisiator KLB Demokrat Max Sopacua Meninggal Dunia, Jenazah Disemayamkan Di Bogor
Kabar Meninggal
Sebelumnya, Eks petinggi Partai Demokrat Max Sopacua wafat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (17/11/2021), dan jenazah almarhum akan disemayamkan di kediamannya di Bogor, Jawa Barat, kata salah satu koleganya dan juga salah satu inisiator KLB Demokrat, Darmizal.
“Saya mendengar kabar (Max Sopacua wafat) tadi pagi menjelang subuh dari keluarga dan teman-teman,” kata Darmizal,saat dihubungi di Jakarta, Rabu.
Darmizal lanjut menyampaikan ia akan ikut melayat ke rumah duka dan memberi penghormatan terakhir untuk Max Sopacua.
“Dari RSPAD sudah prepare (siap-siap) berangkat ke kepatihan, di kediaman, rumah duka di Bogor,” sebut Darmizal.
Dalam kesempatan yang sama, Darmizal turut mengenang sosok Zulkifli bin Adam alias Max Sopacua, yang juga bergabung sebagai inisiator pertemuan di Deli Serdang, Sumatera Utara.
“Beliau itu sangat concern dengan perjuangan kepembelaan Partai Demokrat sesuai dengan visi misi awalnya sehingga kemudian (dia) bergabung jadi inisiator KLB di Deli Serdang,” kata Darmizal.
Oleh karena itu, ia dan kolega lainnya di KLB menilai sosok Max sebagai pahlawan, karena dedikasinya terhadap partai.
Berita Terkait
-
Inisiator KLB Demokrat Max Sopacua Meninggal Dunia, Jenazah Disemayamkan Di Bogor
-
Kabar Duka, Max Sopacua Meninggal Dunia
-
Kabar Gabung Partai Demokrat, Ini Kata Komedian Narji
-
Greenpeace Kritik Jokowi Berujung Laporan Polisi, Anggota DPR RI Bilang Begini
-
Jubir Kubu Moeldoko: AHY Ingin Merusak Citra dan Mendeskreditkan Pemerintahan Jokowi
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan