Suara.com - Aksi 212 pertama kali dilaksanakan pada 2 Desember 2016. Aksi yang diklaim dihadiri oleh dua juta orang itu menjadi sorotan media luar negeri. Simak sejarah Reuni 212 berikut.
Sejarah reuni 212 pada awalnya mengusung gerakan bela Islam yang dipicu oleh pidato Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang waktu itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Mereka menuntut agar Ahok dipenjarakan.
Setelah aksi itu berlangsung dan Ahok telah dipenjara, reuni 212 diadakan kembali dan menjadi agenda rutin setiap tahun dengan agenda utama mengkritik kinerja pemerintah.
Hari ini, 2 Desember 2021, aksi 212 juga kembali digelar. Untuk itu, agar tidak lupa asal usul aksi 212, mari kita mengulas sejarah reuni 212: asal mula dari penjarakan Ahok hingga jadi agenda tahunan. Apakah semuanya demi agama atau ada unsur politik di dalamnya?
Apabila dipandang dalam lanskap politik di Indonesia, reuni 212 memiliki hubungan erat dengan pemenjaraan Ahok dan membuatnya turun dari jabatannya. Oleh karena itu, banyak yang memandang reuni 212 merupakan gerakan massa yang erat dengan politik dan kekuasaan, namun dibalut dalam nama agama.
Hal itu dapat dilihat dalam sejarah reuni 212 dari momen Pilkada DKI 2017 dan Pilpres 2019, massa reuni 212 mendukung calon tertentu yang sedang mengincar kedudukan sebagai gubernur pada waktu itu.
Asal Mula Aksi 212
Aksi 212 terjadi bermula karena calon gubernur petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Gubernur yang akrab disapa Ahok itu dikritik menistakan agama Islam.
Dalam pidato Ahok ketika melakukan kunjungan di Kepulauan Seribu, pada 27 September 2016, Ahok mengungkapkan kegeramannya ketika ada sejumlah oknum memprovokasi masyarakat dengan memanfaatkan Surat Al-Maidah ayat 51. Nah, hal ini menyulut massa aksi yang kita kenal sekarang dengan nama aksi 212 ini.
Baca Juga: Halau Peserta Aksi 212, Polisi Sekat Pintu Masuk Kota Solo
Surat Al-Maidah ayat 51 itu sendiri memiliki arti yang berbunyi, "Hai orang-orang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu); sebagian mereka adalah pemimpin yang bagi sebagian mereka yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim".
Sehubungan dengan isi Surat Al-Maidah ayat 51 itu, pidato Ahok yang dipermasalahkan massa aksi 212 adalah penggalan atau kutipan pidato Ahok berikut ini:
"Kan bisa saja dalam hati kecil Bapak Ibu, nggak pilih saya karena dibohongi (orang) pakai Surat Al Maidah 51 macam-macam itu. Itu hak Bapak Ibu. Kalau Bapak Ibu merasa nggak bisa pilih karena takut masuk neraka, dibodohi, begitu, oh nggak apa-apa, karena ini panggilan pribadi Bapak Ibu".
Sontak, rekaman pidato Ahok yang beredar di sosial media itu mendapatkan respon yang berujung pada tuntutan pemenjaraan Ahok. Rekaman pidato Ahok itu juga menjadi senjata utama untuk menurunkan Ahok dari jabatannya dan sekaligus mengkritik Ahok sebagai penista Agama Islam.
Ahok dilaporkan ke pihak berwajib dengan tuduhan menista agama Islam. Pihak berwajib merespon laporan itu dan melakukan penyelidikan.
Massa aksi 212 terus mengawal proses penyelidikan kepolisian sampai tuntutan terhadap Ahok yang yang dikoordinir oleh Ormas Islam mencapai keberhasilannya. Selama aksi tersebut, sejumlah tokoh turut terlihat di lapangan aksi 212, antara lain Rizieq Shihab, Ustaz kondang Arifin Ilham dan Jenderal Polisi Tito Karnavian yang waktu itu masih menjabat sebagai kepala kepolisian negara Republik Indonesia.
Berita Terkait
-
Reuni 212 Dilarang tapi Demo Lain Boleh, Massa Merasa Didiskriminasi
-
Suasana Duka, Reuni 212 Batal Digelar di Masjid Az Zikra
-
Lebih 4.000 Personel Gabungan Disiagakan Cegah Aksi 212, Hari Ini
-
Menteri Erick Thohir Buka Suara Soal Pernyataan Ahok Terkait BUMN
-
Umat Islam Alumni Aksi 212 Diminta Urungkan Niat Reuni 2 Desember 2021
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
Terkini
-
Kronologi Terungkapnya Korupsi Penjualan BBM PT PPN, Negara Rugi Rp486 Miliar
-
Awkarin Kembalikan Uang Saku Hanania Travel, Polisi Himpun Rp110 Juta dari Para Influencer
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Tegas! Prabowo Minta Polri Menjadi Penjaga Demokrasi yang Dewasa
-
Mahasiswa Viral Masuk Toilet Cewek? Unisa Yogyakarta: Investigasi Awal Belum Temukan Faktanya
-
Viral Gunungan Sampah di Cakung Barat, Kelurahan Kerahkan Petugas dan Tutup TPS Liar
-
Habiburokhman: HUT ke-80 Harus Jadi Momentum Polri Perkuat Kepercayaan Rakyat
-
Pasar Baru Bakal Dijadikan Myeongdong Versi Jakarta
-
Gelombang Panas Eropa Makin Mematikan: Krisis Kesehatan Hingga Ancam Ketahanan Energi Nasional
-
Prabowo: Kita Butuh Kritik, Tapi Jangan Biarkan Demokrasi Dibajak Pemilik Modal!