Pada akhirnya, polisi menahan Ahok dan menetapkannya sebagai tersangka. Ahok juga turun dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta dan tidak dapat melanjutkan rencananya berkontes menjadi Gubernur DKI Jakarta 2017.
Berkembang Jadi Agenda Tahunan
Pasca aksi 212 dengan agenda utama menuntut Ahok dipenjara dengan tuduhan menista agama Islam, aksi 212 berkembang menjadi agenda tahunan. Massa aksi 212 menjadi pengkritik pemerintah.
Massa aksi 212 yang terdiri dari anggota FPI, Gerakan Nasional Pembela Fatwa Ulama (GNPF), dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 ini, pada 2020 meminta pemerintah untuk menindak tegas berbagai aktivitas pada Pilkada Serentak 2020 yang menimbulkan kerumunan. Tahun 2020 merupakan tahun dimana kasus virus Covid-19 sedang tinggi-tingginya di Indonesia.
Dibubarkan Polisi
Pada 2 Desember 2021, reuni 212 yang kembali digelar dibubarkan oleh pihak kepolisian.
Terpantau di lapangan sejumlah jalan telah dijaga ketat oleh aparat kepolisian untuk mencegah massa aksi 212 melaksanakan rencana mereka. Misalnya saja di kawasan Sarinah, Jakarta, polisi membubarkan massa aksi 212 secara persuasif.
Pihak kepolisian juga melakukan penyekatan di sejumlah wilayah di Jakarta untuk mengantisipasi membludaknya massa aksi 212. Pencegahan ini dilaksanakan demi untuk mencegah penularan virus covid-19.
Indonesia saat ini sedang dalam masa pemulihan pasca masalah puncak akibat Pandemi Covid 19 sudah teratasi. Massa aksi 212 diminta untuk memahami situasi demi keamanan seluruh masyarakat.
Baca Juga: Halau Peserta Aksi 212, Polisi Sekat Pintu Masuk Kota Solo
Itulah sedikit ulasan mengenai sejarah reuni 212. Semoga bermanfaat!
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
-
Reuni 212 Dilarang tapi Demo Lain Boleh, Massa Merasa Didiskriminasi
-
Suasana Duka, Reuni 212 Batal Digelar di Masjid Az Zikra
-
Lebih 4.000 Personel Gabungan Disiagakan Cegah Aksi 212, Hari Ini
-
Menteri Erick Thohir Buka Suara Soal Pernyataan Ahok Terkait BUMN
-
Umat Islam Alumni Aksi 212 Diminta Urungkan Niat Reuni 2 Desember 2021
Terpopuler
- 6 Sepatu Adidas Diskon 60 Persen di Sports Station, Ada Adidas Stan Smith
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 7 Sabun Muka Mengandung Kolagen untuk Usia 50-an, Bikin Kulit Tetap Kencang
- 15 Merek Ban Mobil Terbaik 2025 Sesuai Kategori Dompet Karyawan hingga Pejabat
Pilihan
-
Airbus Umumkan A320 Bermasalah, Kemenhub Sebut 38 Pesawat di RI Kena Dampak
-
Polemik RS dr AK Gani 7 Lantai di BKB, Ahli Cagar Budaya: Pembangunan Bisa Saja Dihentikan
-
KGPH Mangkubumi Akui Minta Maaf ke Tedjowulan Soal Pengukuhan PB XIV Sebelum 40 Hari
-
Haruskan Kasus Tumbler Hilang Berakhir dengan Pemecatan Pegawai?
-
BRI Sabet Penghargaan Bergengsi di BI Awards 2025
Terkini
-
Program JKN Sukses, Delegasi Afrika Datangi BPJS Kesehatan untuk Belajar
-
Tangguh Jaga Inflasi 2025, Pemprov Jateng Pertahankan Prestasi TPID Terbaik Tingkat Provinsi
-
Longsor Susulan di Silaiang Bawah, 1 Prajurit TNI AD Gugur dan 2 Hilang saat Evakuasi!
-
Antrean Bansos Mengular, Gus Ipul 'Semprot' PT Pos: Lansia-Disabilitas Jangan Ikut Berdesakan
-
Prabowo Jawab Desakan Status Bencana Nasional: Kita Monitor Terus, Bantuan Tak Akan Putus
-
Rajiv Desak Polisi Bongkar Dalang Perusakan Kebun Teh Pangalengan: Jangan Cuma Pelaku Lapangan
-
KPK Akui Lakukan Eksekusi Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi Sesaat Sebelum Dibebaskan
-
Dongkrak Pengembangan UMKM, Kebijakan Memakai Sarung Batik di Pemprov Jateng Menuai Apresiasi
-
Gerak Cepat Athari Gauthi Ardi Terobos Banjir Sumbar, Ribuan Bantuan Disiapkan
-
Prabowo Murka Lihat Siswa Seberangi Sungai, Bentuk Satgas Darurat dan Colek Menkeu