Suara.com - Raut wajah para pegawai yang bekerja di Gedung Cyber 1 Kuningan, tampak masih menyisakan kepanikan. Sirine tanda mobil kebakaran terdengar keras berbunyi, meluncur pulang seusai bertugas memadamkan api yang sempat membakar gedung di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.
Api memang sudah padam, namun peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 12.35 WIB itu tak terlupkan begitu saja. Para pegawai tampak masih duduk berlesehan di pekarangan, ada juga yang berdiri membuat antrean mengular menghadap ke lobby.
Di depan lobby, para petugas kebersihan masih sibuk mengepel lantai yang basah dan becek diserbu semprotan air berulang-ulang yang disemburkan lewat mobil damkar.
"Lewat tangga di sebelah kiri," ujar wanita sambil mengarahkan sejumlah pegawai yang mulai naik tangga menuju ke dalam lobby.
Para pegawai yang mengantre tadi ternyata menunggu giliran dipanggil masuk menuju ke dalam gedung. Gedung sendiri memang sudah selesai dipadamkan, karena itu mereka diizinkan masuk.
Urutannya, pegawai di panggil berdasarkan lantai tempat mereka bekerja.
"Gantian dipanggil buat ambil barang-barang di dalam, lalu pulang," ucap seorang pria yang berdiri tak jauh dari antrean.
Di sisi lain, di depan anak tangga menuju ke lobby, air masih terus menggenangi lantai. Bau gosong menyengat masih tercium. Gagang besi yang mengitar menjadi pembatas bahkan terasa lengket dan berdebu seketika dipegang.
Para pegawai yang jumlahnya tak sedikit masih tetap berada di pekarangan menunggu antrean dipanggil masuk ke dalam.
Baca Juga: Update Kebakaran Gedung Cyber 1 Kuningan: Korban Tewas Bertambah Jadi 2 Orang
"Lantai 5 mana pak," tanya seorang wanita.
"Lima, lima," sahut pegawai wanita diiringi langkah maju beberapa pegawai lain mengarah ke lobby.
Meski sudah tenang karena api telah padam, namun yang pasti, mereka masih merasa beruntung karena nyawa masih bisa terselamatkan.
"Kalau pas di sini ngeri juga. Syukur tadi berada di luar," ucap Aan seorang teknisi.
Aan bersama rekannya, Yanuar masih menunggu giliran agar dapat izin masuk ke gedung. Sebenarnya kedua pegawai itu sehari-hari tidak bekerja di Cyber 1. Hanya jika ada masalah pada server dan peralatan terkait layanan kepada pelanggan, barulah mereka ke Cyber 1 untuk melakukan pekerjaannya.
Sementara itu, di depan lobby dengan hembusan angin yang membawa aroma hangus khas kebakaran, petugas keamanan gedung dan petugas pemadam kebakaran terdengar bercakap membicarakan perkembangan peristiwa kebakaran.
"Kasihan yang meninggal. Bajunya seperti sekuriti, tapi pakai sepatunya sepatu olahraga," kata petugas damkar.
"Bukan pegawai sini sepertinya, hanya maintenance," sahut petugas keamanan gedung.
Dari keterangan terbaru, jumlah korban dalam peristiwa kebakaran mencapai tiga orang. Dua orang dilaporkan meninggal dan satu lagi luka-luka.
Diduga, korban meninggal tersebut akibat kehabisan oksigen. Korban tak sampai waktu melakukan evakuasi diri ke tempat lebih aman di luar jangkauan asap.
"Korban-korban tadi dievakuasi lewat atas, menggunakan tangga. Karena di dalam lobby masih asap," ujarnya.
Petugas damkar dari Suku Dinas Penanggulangan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan yang tak menyebutkan nama itu, turut menunjukan foto dan video kejadian saat peristiwa kebakaran masih berlangsung.
"Ini lihat saja asapnya di lobby tebal begini. Tadi masuk juga pakai alat bantu pernapasan. Tenggorokan masih sakit, pahit," katanya.
Di tengah perbincangan itu, sekira pukul 16.58 WIB, petugas damkar yang sama yang sedari tadi mengecek layar ponsel pintarnya tiba-tiba berujar ada tugas lain.
"Ada evakuasi sarang tawon di Kemang Jaya," kata dia.
"Ini anggota dan mobil masih di sini."
Memang setahun belakangan, diakui pria tersebut, pekerjaan petugas damkar menjadi lebih luas, yakni dengan membantu permasalhan masyarakat di luar kebakaran.
"Kan pemadam sekarang kerjanya (ngurus) sarang tawon, ular, kucing kejebak, HP jatuh ke got."
Kembali kepada laporan terkait adanya sarang tawon di Kemang Jaya, petugas damkar yang masih memainkan layar ponsel pintar akhirnya memilih untuk berkoordinasi dengan kantor pusat.
"Koordinasi dengan sentral, biar mobil yang dari sana yang berjalan."
Korban Tewas jadi 2 Orang
Korban meninggal dunia dari peristiwa kebakaran di Gedung Cyber 1, Jakarta Selatan, bertambah menjadi 2 orang. Korban menghembuskan napas terakhir saat dilarikan ke RSUD Mampang, Jakarta Selatan.
Korban diketahui bernama Muhammad Redzuan Khadafi berusia 17 tahun. Mendiang tercatat sebagai warga Cimanggis, Depok.
"Yang satunya lagi meninggal ketika di bawa ke RSUD Mampang," kata Humas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Mulat Wijayanto saat dikonfirmasi, Kamis.
Sementara itu, korban yang meninggal dunia di lokasi kejadian bernama Seto Fachrudin berusia 18 tahun. Seto merupakan warga Cimanggis, Depok.
Mulat mengungkapkan kalau penyebab meninggalnya kedua orang tersebut bukan karena luka bakar. Akan tetapi dikarenakan terlalu banyak menghirup asap di dalam ruangan.
"Bukan karena luka bakar diduga karena kepulan asap yang panas," ujarnya.
Berita Terkait
-
Update Kebakaran Gedung Cyber 1 Kuningan: Korban Tewas Bertambah Jadi 2 Orang
-
Gedung Cyber Kebakaran, Aplikasi Ipot Milik Indo Premier Sekuritas Terhambat
-
Kebakaran Tewaskan Seorang Teknisi, Ada Satu Korban Lain Tergeletak di Gedung Cyber 1
-
Korban Kebakaran Gedung Cyber 1 Kuningan: 1 Tewas, Satu Lainnya Pingsan
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius