News / internasional
Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
Ilustrasi Pesawat Terbang. (Pixabay.com)

Suara.com - Pesawat Malaysian Airlines yang mendarat di Bandara Internasional Hazrat Shahjalal Dhaka, Bangladesh, digeledah petugas bandara setelah muncul ancaman bom.

Menyadur World of Buzz, pesawat yang hendak menuju Dhaka itu mendarat di bandara sekitar pukul 21.40 waktu setempat pada Rabu (1/12/2021).

Kapten grup bandara AHM Touhid-ul Ahsan mengatakan bahwa tidak ada bom atau zat semacamnya yang ditemukan setelah dilakukan pencarian secara intensif.

"Informasi itu ternyata tidak berdasar tetapi kami tidak meremehkannya," jelas Touhid kepada NewAge Bangladesh.

Baca Juga: Sudah Divaksin, Belasan Penumpang di Bandara Belanda Terpapar Omicron

"Kami melakukan pencarian secara mendetail setelah pesawat mendarat. Pertama, kami menurunkan penumpang dan menggeledahnya sesuai standar prosedur. Tapi, kami tidak menemukan bahan berbahaya atau mirip bom," katanya.

Insiden itu bermula ketika ada panggilan telepon ke Batalyon Aksi Cepat (RAB) menggunakan nomor telepon berkode Malaysia.

Dalam telepon tersebut mengatakan bahwa ada seseorang yang mencurigakan dari Malaysia di dalam pesawat Malaysia Airlines dan membawa benda mencurigakan.

Panggilan telepon tidak mengungkapkan informasi lebih lanjut.

"Kami mengadakan pertemuan dan memberi tahu Angkatan Udara. Tim khusus kontra-terorisme mereka tiba dalam waktu yang sangat singkat," jelas Touhid.

Baca Juga: Tolak Pembangunan Mural Sheikh Mujibur Rahman, Walikota Ini Ditangkap Polisi

Touhid juga membantah bahwa pesawat Malaysia Airlines terpaksa melakukan pendaratan darurat.

Komentar