Suara.com - Forum Ulama dan Habaib Ahli Sunnah Waljamaah se-Jawa Tengah meminta perlakuan penegakan hukum yang diskriminatif kepada apra ulama dihentikan. Permintaan itu mereka sampaikan dalam rapat dengar pendapat umum dengan Komisi III DPR.
Forum Ulama dan Habaib memandang penegakan hukum saat ini cenderung diskriminatif yang justru berimbas terhadap stigma dan pelabelan buruk kepada umat Islam serta ajarannya.
Hadi, perwakilan dari Forum Ulama dan Habiab bahkan meminta Komisi III bersikap atas apa yang dialami Habib Rizieq Shihab dalam kasus RS Ummi. Selain Rizieq, ada nama lain yang juga disorot oleh Forum terkait kasua serupa, yakni Hamis Alatas dan Andi Taat.
Forum mempersoalkan ketiga orang tersebut yang dinyatakan bersalah secara hukum hanya karena menjelaskan tentangkesehatan RIzieq Shihab dengan ungkapan baik-baik saja.
"Yang mana dalam fakta persidangan terungkap tujuannya ungkapan optimis itu tujuannya demi menepis berita hoaks yang meresakan umat Islam, yang kecenderungannya akan membawa dampak negatif kepada bangsa Indonesia yang mengatakan HRS dalam kondisi terpapat Covid sekarang lagi sekarat dan lain-lain," kata Hadi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (6/12/2021).
Hadi mengatakan Forum juga ingin mendengar apa kata Komisi III DPR RI terkait penangkapan yang terjadi pada Munarman dan juga yang kasus penangkapan tiga ustaz baru-baru ini.
"Yang akhirnya merembet kepada munculnya beberapa pihak yang ingin membubarkan MUI. Yang notabene MUI ini kami anggap adalah wadah bagi seluruh umat Islam di Indonesia," kata Hadi.
Karena itu Forum Ulama dan Habaib meminta Komisi III tidak diam. Melainkan harus menyatakan sikap bahwa mereka menolak keras dan melawan segala bentuk agenda Islamphobia yang memberi stigma dan labelisasi buruk bagi umat Islam ataupun agama-agama yang ada di Indonesia
Forum juga meminta Komisi III menolak keras dan melawan penegakan hukum yang mempidanakan simbol, konsep, serta akhlak yang diajarkan dalam Islam dan agama-agama yang ada di Indonesia.
Baca Juga: Habib Bahar Kembali Ceramah, Husin Alwi: Mulai lagi Teriak-Teriak Provokasi Orang Awam
"Mengawal penegakan hukum agar transparan dan tidak diskrimintif serta terhindar dari agenda terselubung kaum islamphobia yang berupa memberikan stigma dan labelisasi buruk kepada umat islam dan ajaran islam, juga umat lain dan ajaran2 lain yang ada di Indonesia," tutur Hadi.
Berita Terkait
-
Terbaru! HRS Serukan Acara 7/12: Doa untuk Kehancuran Pihak Terlibat Tragedi KM 50
-
Bongkar Peluang Poros Gatot-HRS, Rocky Gerung: Jika Deklarasi Hari Ini, Besok Pemilu
-
Habib Bahar Kembali Ceramah, Husin Alwi: Mulai lagi Teriak-Teriak Provokasi Orang Awam
-
Sebut Aksi 212 Sebagai Tonggak Sejarah, HRS: Layak Digelar Setiap Tahun
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Antisipasi Puncak Cuaca Ekstrem, BPBD Tebar 2,4 Ton Bahan Semai di Hari Keenam OMC
-
Wacana Polri di Bawah Kementerian Mengemuka, Yusril Tegaskan Masih Tahap Opsi Reformasi
-
Ratusan Warga Serang Masih Mengungsi, Banjir Dominasi Bencana Hidrometeorologi
-
Drama Sidang Korupsi: Hakim Ad Hoc Walkout Tuntut Gaji, Kini Diperiksa KY
-
Antisipasi Jalan Rusak akibat Banjir, Dinas Bina Marga DKI Lirik Aspal 'Sakti' yang Bisa Serap Air
-
Pascabencana Bireuen, Mendagri Tito Tinjau Infrastruktur Jembatan
-
Keterlibatan TNI-Polri Jadi Petugas Haji 2026 Melonjak Drastis, Menhaj: Naik Hampir 100 Persen Lebih
-
Konflik Agraria Belum Usai, Legislator Gerindra Minta Pemerintah Buang Ego Sektoral demi Keadilan
-
Tunjangan Panitera Cuma Rp400 Ribu, DPR Peringatkan Bahaya: Kualitas Pengadilan Taruhannya!
-
MBG Bertransformasi: dari Piring Makan ke Jaring Pengaman Sosial