Suara.com - Massa buruh dari berbagai kelompok yang berunjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, bergeser ke kantor Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/12/2021).
Mereka bergeser seusai perwakilan mereka Presiden KSPI, Said Iqbal dan Ketua KSPSI, Andi Gani diterima oleh Kepala Biro Komunikasi Mahkamah Konstitusi (MK).
Pantauan Suara.com, sekitar pukul 15.00 WIB, sstelah perwakilan telah bertemu pejabat MK, massa buru lalu berjalan menuju Kantor Balai Kota DKI Jakarta.
Said Iqbal mengatakan, kedatangan mereka untuk menagih janji Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
"Meminta janji Pak Anies Baswedan yang akan menaikkan upah atau merevisi SK UMP di DKI Jakarta," kata Said Iqbal.
Sebelumnya, kata Said Iqbal, Anies berjanji akan meninjau kembali SK UMP DKI Jakarta.
"Meminta janji Gubernur DKI Anies Baswedan, pada tanggal 29 November yang lalu dalam aksi menyampaikan akan meninjau ulang," ujar Said Iqbal.
Siang tadi, ratusan buruh dari sejumlah serikat pekerja berujuk rasa di Jakarta untuk menuntut kenaikan upah minimum provinsi (UMP) minimal 10 persen. Ada tiga lokasi yang menjadi sasaran aksi protes yakni, Istana, Mahkamah Konstitusi dan kantor Balai Kota DKI Jakarta.
Berdasarkan pantauan Suara.com, sejak pukul 10.30 WIB massa aksi sudah mulai berdatangan menuju kawasan Patung Kuda, Jalan Merdeka Barat.
Baca Juga: Keras! 2 Juta Buruh Ancam Mogok Nasional, Jika Pemerintah Ngotot Jalankan UU Cipta Kerja
Mereka awalnya longmarc dari Jalan Merdeka Selatan melewati Kantor Balai Kota DKI Jakarta. Massa saat ini sedang berkumpul di kawasan Patung Kuda Jakarta Pusat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok