Suara.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil buka suara soal istrinya, Atalia Praratya yang dituduh menutupi kasus pemerkosaan santriwati. Ia sampai memberikan 6 poin penjelasan atas tuduhan tersebut.
Melalui akun Instagramnya, Ridwan Kamil membagikan salah satu cuitan warganet. Cuitan itu seolah-olah menuduh istrinya menutupi kasus pemerkosaan santriwati karena sudah mengetahui sejak Mei 2021.
Berikut bunyi cuitan tersebut:
"Kenapa gak dilaporkan polisi? Aneh banget. Istri Ridwan Kamil Sudah Tahu Kasus Pemerkosaan Santriwati Sejak Mei 2021, Ini yang Dilakukan Atalia Praratya."
Ridwan Kamil langsung menyoroti cuitan tersebut. Ia menegur warganet yang malas membaca berita dan langsung menyimpulkan segala sesuatu dari judul saja.
"Kepada para pemilik akun @narkosun dkk, seolah bertanya sambil menuliskan link berita, tapi link beritanya tidak dibaca. Padahal di dalam link beritanya sudah jelas gercep respons yang dilakukan lengkap dengan tindakan hukumnya," tulis Ridwan Kamil seperti dikutip Suara.com, Minggu (12/12/2021).
"Di amin kan pula oleh follower yang juga malas membaca berita dan langsung menyimpulkan. Kenapa? Karena niatnya mungkin tidak untuk mencari jawaban, namun menebar bensin framing bagi netizen yang malas cek dan ricek dan mudah salah tafsir oleh judul berita," lanjutnya.
Ridwan Kamil lantas membagikan 6 poin untuk menjawab tuduhan tersebut. Poin pertama, ia menjelaskan kasus pemerkosaan santriwati memang telah diketahui sejak Mei 2021.
Saat itu, pelaku langsung dilaporkan dan ditangkap polisi. Kesigapan itu membuat kasus ini sekarang sudah masuk ke tahap pengadilan. Ridwan Kamil sendiri berharap pelaku mendapatkan hukuman mati.
Baca Juga: Kronologi Suami Sebar Video Penyiksaan Istri ke Grup Sekolah Anaknya, Pelaku Tertangkap
"Sejak Mei diketahui kasusnya. Langsung saat itu juga pelakunya dilaporkan dan ditangkap Polda. Makanya sekarang pelaku sudah di level diadili di pengadilan. Semoga bisa dihukum mati," harap Ridwan Kamil.
Poin kedua, Ridwan Kamil menjelaskan pihaknya langsung menutup pesantren itu. Padahal, biasanya kewenangan untuk membuka atau penutup pesantren ada di tengan Kementerian Agama (Kemenag).
"Saat itu juga sekolahnya langsung ditutup. Walaupun kewenangan membuka, mengawasi dan menutup sekolah agama atau pesantren adalah kewenangan Kementerian Agama," jelas Mantan Wali Kota Bandung ini.
Poin ketiga, korban pemerkosaan langsung ditangani oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak & Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat. Mereka semua mendapatkan perlindungan, baik pendampingan psikis sampai hak pendidikan.
"Saat bulan Mei itu juga, anak-anak yang menjadi korban langsung diamankan oleh tim perlindungan anak dari @dp3akbjabar dan Tim uptd PPA Kab Garut dan Kota Bandung melalui trauma healing dan perlindungan hak pendidikannya. Sampai sekarang," lanjut Ridwan Kamil.
Ridwan Kamil juga menjelaskan alasan kasus itu tidak terungkap masyakarakat melalui poin keempat. Hal ini dilakukan atas dasar pertimbangan dampak psikis kepada korban yang masih anak-anak.
Tag
Berita Terkait
-
Kronologi Suami Sebar Video Penyiksaan Istri ke Grup Sekolah Anaknya, Pelaku Tertangkap
-
Panglima Santri Ogah Tempat Guru Cabul Mengajar di Bandung Disebut Pesantren
-
Kecelakaan Tol Jakarta-Cikampek, Suami Istri Dikabarkan Tewas
-
Pasutri Tewas Dalam Kecelakaan Maut di Tol Jakarta-Cikampek KM 54
-
Istri Sule Nathalie Holscher Melahirkan di Tanggal Cantik, Warganet Penasaran Nama Bayi
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa
-
1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil
-
Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung
-
Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
-
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah
-
Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang
-
Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL
-
Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak