Suara.com - Sebanyak 1 juta dosis vaksin virus corona terbuang percuma di Nigeria karena masa simpannya yang pendek. Menurut laporan, vaksin itu sudah kedaluwarsa sejak bulan November.
Menyadur The Cable Selasa (14/12/2021), direktur eksekutif Badan Pengembangan Perawatan Kesehatan Primer Nasional (NPHCDA), Faisal Shuaib, vaksin itu dihancurkan dengan sorotan penuh dari publik.
Shuaib mengatakan agar sesuai dengan standar keamanan lingkungan, pemerintah sedang mengerjakan protokol untuk menghancurkan vaksin dengan benar.
“Vaksin yang kedaluwarsa telah ditarik jauh sebelum seharusnya kedaluwarsa dan dikonsultasikan NAFDAC,” katanya.
“Jadi, kami bekerja dengan NAFDAC untuk menjadwalkan tanggal kapan penghancuran ini akan terjadi. Ada protokol yang harus dilalui NAFDAC dan badan perlindungan lingkungan Abuja.”
"Setelah semua itu selaras, kami akan berkomunikasi dengan masyarakat umum dan khususnya kepada media ketika penghancuran itu akan terjadi sehingga akan terjadi di sorotan penuh masyarakat umum."
"(Sehingga) orang Nigeria mengerti vaksin ini dijaga dengan hati-hati dan dihancurkan karena tidak ada niat untuk menggunakannya."
Ketika ditanya berapa banyak suntikan yang kedaluwarsa, dia berkata "tepat satu juta dosis".
Shuaib juga bersikeras tidak pernah ada orang di Nigeria dan akan pernah divaksinasi dengan vaksin kedaluwarsa. Ia menambahkan pemerintah federal tidak akan lagi menerima vaksin dengan masa simpan yang pendek.
Baca Juga: Masjid Di Nigeria Diserbu Kelompok Bersenjata, 9 Jemaah Salat Subuh Tewas Mengenaskan
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja
-
Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1
-
Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari
-
PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif
-
Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran
-
Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai
-
Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?