Suara.com - Advokat Maskur Husein mengakui uang yang diterima terkait urus perkara di Lampung Tengah dari eks Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin dan politikus Golkar Aliza Gunado digunakan untuk keperluan pribadi dan uangnya untuk diberikan kepada penyanyi perempuan di sejumlah kafe di Jakarta.
Hal itu terkuak saat Maskur yang dihadirkan sebagai saksi dicecar oleh jaksa penuntut umum KPK dalam sidang lanjutan dengan terdakwa Azis Syamsuddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin (20/12/2021).
Jaksa KPK awalnya menanyakan sejumlah uang yang diterima Maskur sebesar Rp2.55 miliar dari Azis dan Aliza Gunado. Penerimaan uang itu seperti di dalam dakwaan Jaksa KPK. Terkait hal itu, Maskur mengaku uang miliaran rupiah itu dipakai untuk kepentingan pribadi. Namun, Maskur mengaku lupa uang tersebut digunakan untuk apa saja.
"Bayar DP mobil, cicilan mobil ada? Ada dibagikan ke para penyanyi?" tanya Jaksa KPK di PN Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (20/12/2021).
"Betul, iya (buat mobil). Tidak (untuk penyanyi). Untuk kepentingan waktu rencana wali kota (Ternate) itu," jawab Maskur.
Lantaran memberikan kesaksian berbelit-belit terkait penggunaan uang itu. Jaksa KPK kembali membacakan BAP milik Maskur Husien ketika kasus Azis masih dalam proses penyidikan di KPK.
Isi BAP Maskur Husein, yang dibacakan Jaksa KPK, bahwa ia menerima mata uang rupiah dalam bentuk cash sebesar Rp 800 sampai Rp 950 juta. Namun, Maskur mengaku lupa jumlah uang itu berapa.
"Yang juga dibungkus dalam kantong besar coklat yang disimpan dalam tas ransel warna hitam," isi BAP Maskur.
Di mana uang itu, digunakan saksi Maskur Husein untuk membayar uang muka mobil Toyota Harrier tahun 2011 warna putih bernomor plat polisi B1ZUS.
Baca Juga: Tak Sudi Dijerat JPU KPK 12 Tahun Bui, AKP Robin Ungkit Vonis Eks Mensos Juliari ke Hakim
"Sekarang sudah saya jual sekitar satu bulan lalu, sebelum puasa atau bulan Februari 2021," ungkapnya seperti dalam BAP-nya itu.
Kemudian, masih dalam BAP milik Maskur, sisa uang lainnya digunakan untuk sosialisasi dirinya untu maju dalam pemilihan kepala daerah di Ternate. Serta untuk memberikan uang kepada penyanyi sejumlah kafe di Jakarta.
"Sisanya saya gunakan untuk biaya sosialisasi saya sebagai calon wali kota Ternate, dan untuk memberikan tips atau uang sawer kepada penyanyi dan pemain musik di Jakarta," isi BAP Maskur.
Usai membacakan, Jaksa KPK pun menanyakan kepada saksi Maskur Husein. Apakah sesuai dengan BAP tersebut peruntukan uang-uang itu.
"Benar pernah memberikan keterangan seperti ini ?," tanya Jaksa KPK
"Iya," jawab Maskur.
Tag
Berita Terkait
-
Tak Sudi Dijerat JPU KPK 12 Tahun Bui, AKP Robin Ungkit Vonis Eks Mensos Juliari ke Hakim
-
Advokat Maskur Husein Akui Terima Duit dari Azis Syamsuddin Urus Perkara Lampung Tengah
-
Terima Uang Suap dari Azis Syamsuddin, Advokat Ini Gunakan untuk Sawer Penyanyi Kafe
-
Bandingkan dengan Tuntutan Eks Mensos Juliari Batubara, Robin Pattuju: Ini Tidak Adil
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Program Pemagangan Nasional Kemnaker Perkuat Keterampilan dan Pengalaman Kerja Peserta
-
Strategi Kemnaker Menekan Angka Kecelakaan Kerja melalui Penguatan Ahli K3
-
Viral Lele Mentah, SPPG di Pamekasan Boleh Beroperasi Kembali jika Sudah Ada Perbaikan
-
Wajib Vaksin Sebelum Mudik Lebaran! IDAI Ingatkan Risiko Campak Meningkat Saat Libur Panjang
-
Pemerintah Bangun Ratusan Toilet dan Revitalisasi Sekolah di Kawasan Transmigrasi
-
Polda Metro Jaya Buka Posko Khusus, Cari Saksi Teror Air Keras Aktivis KontraS
-
Prabowo Instruksikan Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
PVRI Kritik Pernyataan 'Antikritik' Prabowo Usai Insiden Penyiraman Air Keras: Ini Sinyal Represif!
-
Pulang Basamo 2026: Ribuan Perantau Minang Mudik Gelombang Kedua, Dari Bali hingga Samarinda
-
Pemudik Mulai Padati Terminal Kampung Rambutan, Puncak Arus Mudik Diprediksi H-3 Lebaran