Suara.com - Iran menyetujui sistem barter teh Ceylon yang ditawarkan Sri Lanka untuk membayar utang minyak senilai USD 251 juta (Rp 3,56 triliun).
Menyadur RFERL Jumat (24/12/2021), Iran melalaui Kepala Organisasi Promosi Perdagangan, Alireza Peyman-Pak sudah menyetujui kesepakatan itu.
"Dalam negosiasi baru-baru ini, kami mencapai kesepakatan tertulis untuk mengganti utang dan bunga Iran dalam bentuk pengiriman bulanan teh yang diproduksi di Sri Lanka."
Media Iran melaporkan, Peyman-Pak mencapai kesepakatan di mana Sri Lanka akan mengekspor teh ke Iran setiap bulan "untuk melunasi utang USD 251 juta untuk minyak Iran yang dipasok ke Sri Lanka sembilan tahun lalu."
Sri Lanka, sebuah negara kepulauan berpenduduk sekitar 22 juta orang, sebelumnya dikenal sebagai enghasil teh Ceylon.
Peyman-Pak mengatakan kesepakatan itu akan menyelamatkan Iran dari keharusan menggunakan mata uang keras yang langka untuk membayar impor produk yang dikonsumsi secara luas.
Iran telah terpukul keras sejak Amerika Serikat menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran 2015 dan mulai menerapkan kembali sanksi keuangan yang melumpuhkan terhadap Teheran.
Menteri Perkebunan Sri Lanka Ramesh Pathirana menekankan bahwa pengaturan itu tidak akan melanggar sanksi internasional karena teh tidak masuk dalam kategori bahan makanan.
Bank-bank Iran yang telah masuk daftar hitam di bawah sanksi AS tidak akan terlibat dalam transaksi tersebut, tambahnya.
Baca Juga: Ya Ampun! Rela Barter Mobil Demi Tanaman Hias, Ternyata Satu Batang Dihargai Rp32 Juta
Sri Lanka juga mengalami krisis keuangan dengan kurangnya mata uang asing yang masuk.
Cadangan nasional menurun menjadi hanya USD 1,6 miliar dan membuat pemerintah kesulitan memenuhi pembayaran untuk impor minyak dan makanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Bagaimana Cara Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz?
-
Manuver ke Putin dan Macron, Prabowo Dinilai Sedang Jalankan Strategi Penyeimbang Diplomasi
-
Pengamat Sorot Titah Prabowo ke TNI, Polri dan BIN Sebelum ke Eropa: Sinyal Tegas Jaga Stabilitas
-
Jakarta Masih Rawan 'Rayap Besi', Pramono Anung: Pelan-Pelan Kami Benahi dan Tindak Tegas!
-
Kenapa Amerika Serikat Pakai Nama Menteri Perang, Bukan Menteri Pertahanan?
-
Benarkah Langit RI akan Dibuka untuk Pesawat Tempur AS? Kemhan Tegaskan Perjanjian Belum Final
-
Kontroversi Pete Hegseth, Pembawa Acara TV yang Jadi 'Dewa Perang' AS
-
Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Tak Ada Pendaftaran: Anak Lulus, Orang Tua Harus Lepas Bansos!
-
Indra Iskandar Menang Praperadilan, Hakim Perintahkan KPK Hentikan Penyidikan
-
Perang di Mata Rakyat Israel: Terlalu Berat Bagi Saya Pikirkan Masa Depan