Suara.com - Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan kekalahan timnas Indonesia 0-4 dari Thailand di leg pertama bukanlah akhir dari pertandingan Piala AFF. Erick optimis masih ada kesempatan Timnas untuk mengalahkan tim Thailand pada leg kedua.
"Saya rasa kalah 4-0 bukan suatu akhir karena ada pertandingan berikutnya," ujar Erick di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (30/12/2021).
Karenanya Erick meminta masyarakat mendukung Timnas Indonesia di leg kedua pada Sabtu 1 Januari 2022. Ia pun mencontohkan kemenangan Liverpool saat melawan Barcelona. Pada pertemuan pertama Liverpool kalah namun mampu membalikkan keadaan pada leg kedua.
"Harus support, pertandingan liga Barcelona VS Liverpool waktu itu Barcelona kalahin 3-0 Liverpool. Liverpool bisa balikin 4-0 jadi agregat 4-3, (dan) menang. Kita nggak ada yang tahu namanya sepakbola. Tetap optimis harus, ini kan Timnas kita jaga," ucap dia.
Selain itu, Erick menuturkan performa Timnas Indonesia patut diapresiasi. Sehingga kekalahan Timnas Indonesia tak boleh langsung disalahkan, melainkan harus terus didukung.
"Yang patut bergembira ini kan tim muda kita, jadi tadi bicara menpora tentu kita pertahankan. Beri kesempatan untuk 1-2 tahun karena jangan gara-gara tadi malem kalah langsung saling salahkan," tutur Erick.
"Di sepakbola kalah menang biasa tapi yang penting bagaimana kita konsistenkan tim yang sudah baik jadi lebih baik sehingga targetnya tercapai," sambungnya.
Lebih lanjut, Erick menyebut membutuhkan waktu untuk membentuk tim di olahraga. Ia meyakini Timnas Indonesia kedepan akan menjadi tim yang sangat bagus .
"Di olahraga buat tim nggak bisa sebulan dua bulan, perlu tahunan. Tadi malem tim Thailand tim lama, bukan tim baru, makannya sudah sangat kompak. Jadi pertahanan dan peluang menyerang sudah sangat baik gitu dan saya yakin tim ini kedepan akan jadi tim yang sangat bagus," katanya.
Baca Juga: Tak Bisa Bentangkan Bendera, Media Vietnam Sebut Indonesia vs Thailand Final Teraneh
Sebelumnya Tim Nasional Indonesia kalah di babak Final Piala AFF 2020 Leg pertama atas Thailand 0 - 4, Rabu (29/12/2021).
Berita Terkait
-
Pemain Thailand akan Diguyur Bonus Rp 4,2 Miliar Andai Juara Piala AFF 2020
-
Tak Bisa Bentangkan Bendera, Media Vietnam Sebut Indonesia vs Thailand Final Teraneh
-
Indonesia Kalah Telak Lawan Thailand, Emak-emak Ngamuk Banting Televisi
-
Tampil Impresif di Piala AFF 2020, Bintang Vietnam Dilirik Klub La Liga Spanyol
-
Egy dan Asnawi Percaya Masih Ada Keajaiban di Leg Kedua Thailand vs Indonesia
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Iran Mau Hukum Gantung Perempuan Pertama Buntut Aksi Demo Anti Rezim
-
DPR Ingatkan Pemerintah: Sengketa Lahan Tanah Abang Harus Tuntas Sebelum Bangun Rusun Subsidi
-
Beda Peran Laut Merah dan Selat Hormuz, Akan Ditutup Iran?
-
KPK Dalami Dugaan Pemerasan THR di Cilacap, 7 Pejabat Diperiksa sebagai Saksi
-
Update Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: 3 Perwira dan 1 Bintara TNI Segera Disidang!
-
Dokumen Bocor, Iran Gunakan Satelit Mata-Mata China Untuk Perang Lawan Amerika Serikat
-
AS-Iran Mainkan 'Game of Chicken' di Selat Hormuz: Blokade Trump Terancam Jadi Boomerang
-
AS Memblokade Selat Hormuz tapi Malah Kehabisan Rudal, Kini Keteteran?
-
Iran Peringatkan Kapal Perang AS yang Blokade Selat Hormuz dalam Jangkauan Rudal
-
Zulhas Bongkar Penyebab Minyakita Langka, Ternyata Bukan Soal Stok