Suara.com - Mantan kader Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean kembali memberikan cuitan pedas untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Lewat sebuah cuitan di akun Twitternya, Ferdinand menanggapi pernyataan Anies yang menyebut bahwa ia tak peduli orang lain menyukainya atau tidak, yang ia minta hanya bantuan dari mereka untuk membangun Jakarta.
Ferdinand lantas menyebut bahwa masyarakat awam telah membantu pemerintah DKI dengan cara membayar pajak dan retribusi.
Ia lantas menilai Anies tak mampu membangun kehidupan warga Jakarta.
"Kita sudah bantu dengan cara membayar pajak dan retribusi. Anda saja yang tak mampu gunakan uang rakyat itu untuk membantu dan membangun kehidupan warga Jakarta," tulis Ferdinand dalam sebuah cuitan di akun Twitternya, dikutip Suara.com, Minggu (2/1/2021).
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedanblak-blakan menyebut dirinya tak mempermasalahkan kritikan yang dilontarkan orang lain padanya.
Melansir dari Terkini.id -- jaringan Suara.com, Anies hanya berharap agar semua pihak termasuk yang melemparkan kritik terhadapnya dapat turut membangun dan melindungi warga Jakarta.
"Dari awal, saya sering mengatakan saya tidak minta Anda untuk menyukai saya, tapi saya minta Anda untuk bantu membangun Jakarta," kata Anies Baswedan.
Anies menambahkan, sebelum pandemi Covid-19, dirinya sudah meminta agar warga Jakarta saling membantu untuk menyelamatkan satu sama lain.
Baca Juga: Sebanyak 2,1 Juta Kendaraan Keluar Masuk Jakarta Selama Libur Nataru
"Sambil marah, enggak apa-apa, tapi yang penting bantu Jakarta, selamatin sama-sama warga Jakarta. Karena yang saya ingin adalah warga Jakarta selamat," ujarnya.
Anies juga mengungkapkan alasan masih bertahan di tengah ancaman pandemi Covid-19. Dia meyakini, setiap masalah akan berakhir dan menemukan solusinya.
Anies kemudian mengutip salah satu ayat dalam Al-quran yang menggambarkan setiap cobaan yang diberikan Tuhan tidak akan melampaui kemampuan manusia.
"Itu membuat saya yakin bahwa sebesar-besarnya beban yang diembankan ke pundak saya, pasti yang Maha Mencipta ini sudah punya takarannya," ucap Anies.
Menurut Anies, sepanjang 2021, dia telah menghadapi banyak tantangan dan pengalaman yang tidak pernah diduga sebelumnya. Baik pengalaman kepemimpinan, pengelolaan masalah, hingga terobosan.
"Jadi saya menjalaninya tahun 2021 ini sebagai tahun yang penuh dengan pengalaman," tandasnya.
Berita Terkait
-
Formula E Tak Pakai APBD, Anggota DPRD DKI Minta Commitment Fee Dikembalikan
-
Jumlah Kendaraan Keluar Jakarta Meningkat, 114.150 Diprediksi Belum Kembali
-
Tak Masalah Sering Dikritik, Anies Baswedan: Saya Tak Minta Anda Menyukai Saya
-
Tak Punya Partai, Taufik Gerindra: Ketum Parpol Jangan Takut Pada Anies di Pilpres
-
Sebanyak 2,1 Juta Kendaraan Keluar Masuk Jakarta Selama Libur Nataru
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan
-
Pakar UGM Kritik Serangan AS ke Iran: Ada Standar Ganda Soal Nuklir Israel
-
Solidaritas Tanpa Batas: Warga Iran Tetap Bela Palestina di Tengah Gempuran Rudal AS-Israel
-
GMNI Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Prabowo dan Kapolri Bertindak
-
TMP Bakal Dikelola Kemenhan, Gus Ipul Sebut Kemensos Tak Punya Kapasitas Cukup
-
Isu Sanksi AS Usai Indonesia Borong Rudal BrahMos Rp 5,9 Triliun, Pakar Buka Suara
-
Menteri HAM Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Minta Polisi Usut Tuntas
-
Cegah Defisit Dampak Perang, Prabowo Lirik Jurus Pakistan: Pangkas Gaji Pejabat hingga WFH
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar