Suara.com - Situs berita Israel akhirnya kembali berfungsi normal setelah diretas dengan gambar pro-Iran. Insiden itu terjadi ketika Iran bersiap untuk memperingati dua tahun sejak pembunuhan Jenderal Top Iran, Qassem Soleimani.
Situs web surat kabar Israel, Jerusalem Post, sempat down beberapa saat pada Senin (03/01) pagi setelah menjadi sasaran para peretas.
Konten halaman tidak dapat diakses. Sebagai gantinya, pengunjung web itu hanya melihat gambar gedung yang meledak dan roket jatuh dari langit yang tampak berasal dari cincin merah di kepalan tangan.
Gambar itu disertai dengan pesan ancaman dalam bahasa Inggris dan Ibrani, bertuliskan: "Kami dekat denganmu di mana kamu tidak memikirkannya."
Insiden itu terjadi bertepatan dengan peringatan pembunuhan jenderal top Iran Qassem Soleimani di Irak dua tahun lalu.
Fasilitas Israel
Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas peretasan tersebut. Israel pertama kali secara terbuka mengakui keterlibatannya dalam pembunuhan Soleimani pada akhir Desember 2021.
Bangunan dalam gambar adalah replika Pusat Penelitian Nuklir Shimon Peres Negev dekat kota Dimona, yang digunakan oleh militer Iran untuk latihan sasaran.
Fasilitas tersebut merupakan bagian dari infrastruktur Israel untuk mengembangkan plutonium tingkat senjata yang akan digunakan dalam program senjata nuklir negara itu.
Baca Juga: Iran Luncurkan Roket Bawa Tiga Perangkat Penelitian ke Luar Angkasa
Israel tidak secara resmi mengonfirmasi kepemilikan senjata nuklir, tapi juga tidak menyangkalnya, sebaliknya mengejar kebijakan ambiguitas nuklir.
Siapakah Qassem Soleimani?
Soleimani menjadi tokoh yang sangat berpengaruh di Republik Islam Iran. Dia memimpin Pasukan Pengawal Revolusi Quds (nama Arab untuk Yerusalem).
Dia merupakan bagian integral dari keterlibatan Iran di Suriah, Irak, dan Lebanon.
Mereka telah mendukung kelompok-kelompok Syiah, termasuk Presiden Suriah Bashar Assad.
Pembunuhannya dengan serangan pesawat tak berawak mengejutkan Iran dan Soleimani tetap menjadi tokoh populer di kalangan orang Iran.
Pemerintah berencana mengadakan upacara peringatan untuk menandai peringatan dua tahun kematian sang jenderal sepanjang Senin (03/01). pkp/ha (AP, Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol
-
KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya
-
GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA
-
Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim
-
Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora