Suara.com - Jaringan ritel 7-Eleven didenda karena menyebut Taiwan sebagai negara dan menampilkan peta yang salah dalam menampillkan perbatasan Xinjiang dan Tibet.
Menyadur Guardian Senin (10//1/2022), China juga mengeluarkan peringatan atas tampilan sensitif di situs web minimarket 24 jam tersebut.
Pemerintah kota Beijing memberi denda pada perusahaan sebesar 50.000 yuan (Rp 112 juta) untuk "kesalahan" itu, termasuk "tindakan salah menetapkan provinsi Taiwan sebagai negara merdeka".
Situs itu juga tidak menampilkan China atas beberapa pulau yang disengketakan di Laut China Selatan, termasuk Senkaku yang dikelola Jepang tapi disebut pulau Diaoyu oleh China.
Hukuman itu dikeluarkan pada bulan Desember, tapi pertama kali dilaporkan pada hari Jumat oleh Asia Nikkei.
Jaringan tokoserba yang produktif di seluruh Asia, dan toko-toko di Beijing dimiliki oleh pos terdepan domestik Seven-Eleven Jepang, anak perusahaan dari perusahaan Jepang 7 & i Holdings.
Pemerintah China mengeklaim Taiwan sebagai sebuah provinsi dan sangat sensitif terhadap tindakan atau referensi apa pun yang tampaknya mendukung posisi Taiwan sebagai negara berdaulat.
Contoh profil tinggi dalam beberapa tahun terakhir telah memicu reaksi nasionalistik dan boikot, yang mendorong beberapa permintaan maaf.
Pada bulan Mei, John Cena, lawan main dari film Fast & Furious 9, mengunggah permintaan maaf dalam bahasa Mandarin karena menyebut Taiwan sebagai negara saat mempromosikan film tersebut.
Baca Juga: Sinopsis Film Taiwan More Than Blue, Kisah Cinta Berakhir Tragis
Menurut Nikkei Asia, Seven & i Holdings mengakui keluhan tersebut dan mengatakan akan "melakukan yang terbaik untuk mencegah terulangnya kembali".
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
8 Weton dengan Daya Pikat dan Pengasihan Alami Tinggi tanpa Susuk
-
Nggak Lagi Ragu Ganti Provider, Saatnya Beralih ke XL yang Terbukti Juara
-
6 Sepatu Lari Stylish untuk Nongkrong, Cocok Dipadukan dengan Berbagai Outfit
-
Persaingan Indonesia dan Thailand Memperebutkan Basis Produksi Utama Toyota
-
Gubernur Khofifah & Menteri PPPA Panen dan Tanam, Hadiri Pameran Produk SIKAP SMA, SMK, SLB Jombang
-
Jakarta Kembali Normal Pascademo, Pramono Pastikan CFD Besok Tetap Digelar
-
Misi Besar Gus Kikin di Muktamar NU: Sulap Jutaan Nahdliyyin Jadi Kekuatan Ekonomi
-
Kenapa Sertifikat Kompetensi Tenaga Kerja Kita Sering "Mandul" di Luar Negeri?
-
Baru Dibantai Dewa United, Brisbane Roar Antusias Hadapi Persija Jakarta
-
15 Tahun Bersama Gojek, 70 Mitra Driver Legend Dapat Apresiasi Umrah ke Tanah Suci