Suara.com - Pemprov DKI Jakarta mulai menyiapkan skenario untuk melaksanakan sekolah daring atau online. Hal ini dilakukan karena angka penularan Covid-19 di ibu kota yang belakangan mengalami peningkatan.
Kepala Bagian Humas Dinas Pendidikan Taga Radjagah mengatakan aturan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mengikuti ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Jika memang nantinya ada pengetatan, dengan adanya skenario maka pihaknya sudah siap.
"Memang kami sudah mengantisipasi jika kondisi lingkungan di DKI Jakarta memasuki atau mendekat pada Level 3. Kalau PPKM Level 3, pembelajaran campuran, sebagian di rumah dan sebagian PTM," ujar Taga saat dikonfirmasi, Selasa (11/1/2022).
Kegiatan PTM saat Jakarta menerapkan PPKM level 3 sudah pernah dilakukan pada bulan Juli sampai Desember lalu. Kegiatan belajar tatap muka digabung dengan online.
Kapasitas sekolah yang dibuka juga hanya 50 persen. Kegiatan belajar di sekolah juga hanya dilakukan tiga kali dalam satu pekan, yakni pada Senin, Rabu, dan Jumat.
Setiap harinya juga waktu belajar hanya empat jam saja di sekolah.
Jika memang harus kembali menerapkan aturan yang sama, Taga menyatakan pihaknya sudah siap. Namun, ia masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pemerintah.
"Itu sudah kami antisipasi kalau terjadi hal yang tidak diinginkan, berdasarkan regulasi SKB 4 Menteri dan SK Kadisdik Nomor 1363 Tahun 2021 mengenai petunjuk teknis PTM terbatas di Jakarta," pungkasnya.
Baca Juga: Legislator PDIP Minta Pemerintah Fokus ke Faskes, Bukan Lagi Angka Penularan Covid-19
Berita Terkait
-
3 Daerah di Sulawesi Utara Zona Hijau Penularan Covid-19
-
Legislator PDIP Minta Pemerintah Fokus ke Faskes, Bukan Lagi Angka Penularan Covid-19
-
KagetLihat Penampilan Teman Gegara Lama Sekolah Online, Caption Video Dikritik Warganet
-
Lagi Sekolah Daring Siswi Nyanyi Lupa Matikan Suara, Liriknya Bikin Semua Malu
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi
-
Tentara Israel Klaim Temukan Buku Mein Kampf Saat Cari Prajurit yang Tewas di Lebanon
-
Awal Mula Sahroni Sadar Diperas KPK Gadungan Rp300 Juta, Berawal dari Tamu Perempuan di DPR
-
KPK Bongkar Modus 4 Pegawai Gadungan yang Peras Ahmad Sahroni, Ternyata Bukan yang Pertama Kali!
-
Kasus Andrie Yunus Tetap di Militer, Menko Yusril Respons Usul Gibran Soal Hakim Ad Hoc
-
Suap Ijon Proyek Bekasi: KPK Sita Duit Kadis Henri Lincoln, Diduga 'Uang Panas' dari Sarjan
-
Riset Global Soroti Inovasi Pertanian AI dari Indonesia, Disebut Bisa Pulihkan Tanah Rusak
-
Militer Israel Kian Brutal di Lebanon, Panglima IDF Cuekin Sinyal Damai Netanyahu
-
Diperas Rp 300 Juta oleh 4 Pegawai KPK Gadungan, Ahmad Sahroni Tegaskan Tak Ada Ancaman
-
6 Fakta Tragis Siswa SMP di Siak Tewas Saat Ujian IPA, Senapan Rakitan Mendadak Meledak