Suara.com - Sekretaris Jenderal Komunitas Jokowi Prabowo (Jokpro) 2024, Timothy Ivan Triyono mendukung masa jabatan presiden tiga periode.
Dikutip dari Wartaekonomi--jaringan Suara.com, hal tersebut karena menurutnya tidak ada tokoh calon presiden (capres) yang lebih baik dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Timothy menyebut Jokowi menjadi benchmark atau angka minimal bagi sosok capres ke depan. Namun, saat ini belum ada yang mampu menyamai.
"Jangan sampai nanti di 2024 kita tidak bisa mencari pengganti Pak Jokowi atau penerus Pak Jokowi. Bagi kami, Pak Jokowi itu sudah membuat benchmark yang cukup tinggi untuk kepemimpinan di masa yang akan datang," kata Timothy, dikutip dari Wartaekonomi--jaringan Suara.com, Minggu (16/1/2022).
Timothy mengatakan, jika sampai Pilpres 2024 belum ditemukan sosok yang sama dengan Jokowi, maka menurutnya Jokowi harus kembali dicalonkan menjadi presiden.
"Jadi paling tidak Pak Jokowi ini sekarang jadi angka minimal ya. Jadi kalau 2024 nanti, Pak Jokowi tidak bisa menunjuk ke luar," bebernya.
Selain itu, Timothy mengatakan saat ini kepemimpinan Jokowi membawa Indonesia menjadi negara maju dan besar.
Sebelumnya, survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbarunya.
Survei tersebut mengungkap tren dukungan masyarakat terhadap Presiden Jokowi untuk kembali maju tiga periode pada Pilpres 2024 terus meningkat.
Baca Juga: Dilaporkan ke KPK, Kaesang: Saya Mulai Bisnis dari Nol, Duitnya Halal
Pada September 2021, hanya 23,9% responden yang mendukung wacana masa jabatan presiden diperpanjang menjadi tiga periode.
Tag
Berita Terkait
-
Sebut Nasib Ekonomi di Rezim Jokowi di Ambang Kehancuran, Amien Rais: Oligarki Ngawur!
-
Soroti Soal Megawati Tak Setuju Jabatan Jokowi Diperpanjang, Peneliti: Harus Konsisten
-
Tanggapi Pernyataan Megawati soal Masa Jabatan Presiden, Peneliti: Itu Tindakan Negarawan
-
Jadi Wakil Presiden AFF, Ratu Tisha Ungkap Suka Duka Piala AFF 2020
-
Dilaporkan ke KPK, Kaesang: Saya Mulai Bisnis dari Nol, Duitnya Halal
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Update Data Korban Perang Lebanon, 2020 Orang Tewas Menyusul Serangan Israel di Wilayah Selatan
-
Jeritan Ayah di Gaza Menanti Evakuasi 4 Anaknya yang 6 bulan Terkubur Beton di Masa Gencatan Senjata
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader
-
Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal
-
Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta
-
Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene
-
Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta
-
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit