Suara.com - Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menilai soal Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menolak jabatan presiden tiga periode.
Dikutip dari Wartaekonomi--jaringan Suara.com, langkah yang diambil oleh Megawati dianggap cerdas dan bijak.
"Saya nilai langkah yang cerdas dan bijak Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri," kata Jerry Massie, dikutip dari Wartaekonomi--jaringan Suara.com, Senin (17/1/2022).
Jerry mengatakan, Megawati sudah paham soal memperpanjang masa jabatan presiden bukan hal yang baik.
Iapun menduga adanya kesadaran tersebut muncul agar Indonesia mendapatkan pemimpin baru yang lebih baik.
"Mega sadar bahwa 3 periode itu inkonstitusional, makanya beliau menolak mentah-mentah isu ini," ungkapnya.
Meski demikian, Jerry yakin akan ada orang yang ingin menggagalkan rencana Megawati.
"Memang ada pihak-pihak yang antikonstitusi. Mereka ingin mencoba merusak dan menggoreng isu ini. Sayangnya tidak berhasil dan jadi diskursus di tengah publik," bebernya.
Sebelumnya, Megawati menyarankan bahwa dirinya tidak ingin masa jabatan Presiden Jokowi diperpanjang.
Baca Juga: Disebut Mirip Jokowi, Sosok Ini Diprediksi Berpeluang Maju di Pilpres 2024
Hal tersebut diungkapkan oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Hasto mengatakan Megawati akan tetap patuh pada konstitusi dan setuju dengan maksimal masa jabatan presiden maksimal dua periode.
Tag
Berita Terkait
-
6 Sosok yang Pernah Menjadi Sasaran Amarah Dewi Tanjung: Ada Habib Rizieq, Ayu Ting Ting hingga Doddy Sudrajat
-
Soal Wacana Prabowo-Jokowi di Pilpres 2024, Pengamat: Saya Duga Megawati Tak Mau
-
Disebut Mirip Jokowi, Sosok Ini Diprediksi Berpeluang Maju di Pilpres 2024
-
Ubedilah Badrun Ngaku Diteror Usai Laporkan Gibran dan Kaesang ke KPK
-
Luhut: Presiden Imbau Masyarakat Batasi Mobilitas, Perkantoran WFH
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Dari BoP sampai Perjanjian Dagang: Lawatan Prabowo ke AS Dianggap Tabrak Konstitusi, Ini Alasannya
-
Anggota Denintel Kodam XVII/Cendrawasih Gugur Diserang KKB di Nabire
-
Redefinisi Peran Pemuda Betawi di Tengah Transformasi Jakarta Menjadi Kota Global
-
Ketua Banggar DPR Kritisi Impor 105.000 Mobil Niaga dari India: Ancaman bagi Industri Dalam Negeri
-
PSI Gelar Mudik Gratis 2026: Siapkan 100 Bus untuk 5.000 Penumpang, Ini Cara Daftarnya!
-
Soal PT 7 Persen, Titi Anggraini: Ambang Batas Fraksi Lebih Adil Bagi Suara Rakyat
-
Menag Tegaskan Zakat Tak Boleh untuk MBG, Penyaluran Wajib Sesuai 8 Asnaf
-
KPK Kembali Panggil Eks Menhub Budi Karya Sumadi Jadi Saksi Dugaan Suap Proyek DJKA
-
Maidi Diduga Terima Upeti 10 Persen Proyek PUPR Kota Madiun, KPK Cecar 6 Anak Buah
-
KPK Periksa Enam Pejabat Dinas PUPR Kota Madiun Terkait Korupsi Wali Kota Maidi