Suara.com - Nama Abdullah Azwar Anas masuk ke dalam daftar nama potensial yang sedang dipertimbangkan Presiden Joko Widodo untuk menduduki jabatan sebagai Kepala Badan Otoritas Ibu Kota Negara. Selain Abdullah Azwar Anas, ada Basuki Tjahaja Purnama, dan dua kandidat lainnya. Dalam artikel ini kita akan fokus pada profil Abdullah Azwar Anas. Seperti apa rekam jejak calon pemimpin Ibu Kota Negara Nusantara ini?
Dilansir dari berbagai sumber, berikut profil Abdullah Azwar Anas.
Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang
Profil Abdullah Azwar Anas terbaru adalah ia baru saja dilantik sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa (LKPP). Pelantikan itu dilaksanakan pada Kamis (13/1/2022). Keberhasilannya menjadi seorang Kepala LKPP tidak datang begitu saja, Ia harus melewati 5 tahapan tes, antara lain:
- seleksi administrasi
- rekam jejak
- penulisan makalah
- assessment center
- tes kesehatan sejak 9 November 2021.
Perjalanan sebelum menjadi Ketua LKPP
Azwar Anas menjadi pemimpin yang diperhitungkan karena memiliki rekam jejak kepemimpinan yang cukup, berikut perjalanan kepemimpinan Azwar Anas sebelum dilantik sebagai Ketua LKPP.
1. Pernah menjabat sebagai Bupati Banyuwangi selama dua periode dari tahun 2010 sampai 2022. Program-program Azwar Anas yang berhasil meningkatkan nilai-nilai lokal antara lain:
- Pembangunan ekonomi Banyuwangi dengan menggenjot sektor pariwisata dengan konsep eco-tourism.
- Menggelar event-event besar untuk promosi ke turis asing dan domestik- Mengubah wajah pariwisata lewat sejumlah event seperti Tour de Ijen, Banyuwangi Festival, Banyuwangi Ethno Carnival, dan Banyuwangi Jazz Festival.
- Meresmikan Bandar Udara Blimbingsari yang sekarang Bandara Internasional Banyuwangi, sehingga Banyuwangi semakin mudah dijangkau dari luar daerah.
- Menyelenggarakan pendidikan gratis dan program pendukungnya seperti SAS (siswa asuh sebaya)
2. Menjadi calon wakil gubernur dalam Pilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 mendampingi Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, meskipun kemudian dia mundur dari bursa.
3. Pernah menjadi Anggota DPR periode 2004-2009 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Baca Juga: Jokowi Klaim Ibu Kota Baru dengan Nama Nusantara, Keputusannya Dinyinyiri Netizen Malaysia
4. Pernah mengisi posisi Ketua Umum organisasi sayap NU pada tahun 2000-2003
5. Pernah menjadi Ketua PP GP Ansor periode 2005-2010.
6. Pernah menjadi Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama masa bhakti 2000 - 2003, setelah memenangi pemilihan ketua umum pada perhelatan Kongres IPNU di Makassar tahun 2000.
7. Pernah menjadi anggota MPR termuda yang dilantik saat usianya masih 24 tahun.
Jejak Pendidikan
Azwar Anas menempuh pendidikan yang berpindah-pindah, berikut jejak Abdullah Azwar Anas dalam bidang pendidikan:
- Menempuh pendidikan di MI Karangdoro, Tegalsari pada tahun 1980
- Menempuh pendidikan MI Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Madura pada tahun 1982-1983
- Menempuh pendidikan MI Kebunrejo Genteng pada tahun 1983 hingga 1986
- Menempuh pendidikan SMP di SMP Negeri 1 Genteng pada tahun 1986 hingga 1988
- Dari SMP Negeri 1 Genteng pindah ke SMP Negeri 1 Banyuwangi pada tahun 1988
- Menempuh pendidikan SMA di SMA Negeri 1 Jember dan tamat pada tahun 1992
- Menempuh pendidikan di perguruan tinggi di IKIP Jakarta (Fakultas Teknologi Pendidikan) dan Fakultas Sastra Universitas Indonesia.
- Menempuh pendidikan S2 Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia, lulus tahun tahun 2005.
Tugas Kepala Badan Otoritas Ibu Kota Negara baru 'Nusantara' Indonesia ini tertuang dalam draf RUU IKN, yang mana tugasnya nanti berperan sebagai lembaga pemerintah setingkat kementerian yang akan mengurus proses pemindahan dan pembangunan ibu kota negara baru.
Otoritas IKN akan menjadi penyelenggara pemerintahan khusus IKN. Kepala Badan Otoritas negara Nusantara akan dibantu oleh seorang wakil, keduanya ditunjuk, diangkat, dan akan diberhentikan oleh Presiden.
Demikian itu profil Abdullah Azwar Anas yang sedang dipertimbangkan menjadi kandidat Kepala Badan Otoritas Ibu Kota Negara Indonesia yang baru.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
-
Nusantara Nama Ibu Kota Negara yang Baru, Menteri PPN Suharso Monoarfa: Saya Kira Kita Semua Setuju
-
Tak Setuju Calon Ibu Kota Negara Diberi Nama Nusantara, Fadli Zon: Langsung Nama Jokowi Saja
-
Asal-usul Kata Nusantara, Nama Ibu Kota Negara Baru di Kalimantan Timur
-
Nama IKN Baru Mencuat, Kedudukan Daerah Setingkat dengan Provinsi
-
Jokowi Beri Nama Calon Ibu Kota Baru Nusantara, Ini Alasannya
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Vonis Korupsi Tata Kelola Minyak: Eks Dirut Pertamina International Shipping Dihukum 9 Tahun Penjara
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan