News / internasional
Reza Gunadha | Rima Suliastini
Ilustrasi harimau, binatang yang terancam punah pada 2100 (Shutterstock).

Suara.com - Empat pemburu satwa liar yang terciduk sedang memanggang daging harimau di taman nasional Kanchanaburi, Thailand pada hari Minggu, menyerahkan diri ke polisi kemarin.

Menyadur Bangkok Post Selasa (18/1/2022) mereka sebelumnya ditemukan oleh penjaga taman yang berpatroli di Taman Nasional Thong Pha Phum sekitar pukul 10 pagi.

Patroli pertama kali menemukan asap hitam mengepul di dekat sungai kecil di tambon Pilok, distrik Thong Pha Phum, sekitar 3-4 kilometer dari perbatasan Thailand-Myanmar.

Lima tersangka terlihat memanggang sesuatu yang tampak seperti daging harimau di lokasi.

Baca Juga: Heboh Video Harimau Sumatera Berkeliaran di Pasaman Barat, BKSDA Sumbar Turun Tangan

Pihak berwenang kemudian menemukan empat dari mereka terlibat dalam pembunuhan setidaknya dua harimau yang terancam punah.

Melihat patroli tersebut, para tersangka melarikan diri, meninggalkan tumpukan daging harimau dan kulit dua harimau di perkemahan.

Petugas juga menemukan empat senjata di lokasi dan bangkai sapi yang diduga umpan untuk memancing harimau ditemukan terikat di pohon bambu.

Menurut media lokal, keempat tersangka menyerahkan diri ke polisi setempat dengan bantuan politisi setempat.

Polisi Thong Pha Phum, yang dipimpin oleh Inspektur Pol Col Santi Pitaksakun dan tim taman nasional Thong Pha Phum menjemput tersangka di pos pemeriksaan Khao Ban Rai di tambon Pilok.

Baca Juga: Warga Banyuasin Dihebohkan Harimau Sumatera Muncul di Kebun Karet

Mereka dibawa ke kantor polisi setempat untuk diinterogasi. Keempat pria itu adalah Kookue Yindee, 37, Jorhaeng Panarak, 38, Supachai Charoensab, 34, dan Rachanon Charoensab, 30.

Awalnya, keempatnya memberi tahu polisi bahwa harimau liar telah membunuh sekitar 20 sapi yang dipelihara oleh penduduk desa setempat selama dua bulan terakhir.

Mereka meminjam senapan dari relawan pertahanan dan menggunakan bangkai sapi untuk memancing harimau keluar dengan tujuan membunuh mereka.

Komentar