Suara.com - Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta, Rani Mauliani, menanggapi Ketua Umum PSI, Giring Ganesha yang gencar menyerang Anies Baswedan.
Melansir Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Rani Mauliani menanyakan kontribusi Giring Ganesha dan PSI selama ini untuk pembangunan DKI Jakarta.
"Emang sudah berbuat apa beliau? Apa yang sudah dibangun? Terus kenapa sih ribut terus urusan Jakarta?" kata Rani kepada wartawan, Sabtu 22 Januari 2022.
Rani menyindir PSI yang kerap bagi-bagi nasi kotak berlogo Partai. Belakangan nasi kotak yang dibagi membuat warga keracunan.
"PSI udah berbuat apa sama warga DKI? Bagi-bagi nasi box? Semua partai juga sama kok malah sudah lebih dulu, bagi apa?" kata Rani.
"Sembako? Sama kok. Kalau PSI bagi-bagi tanah atau rumah bagi yang tergusur. Nah baru deh lain cerita," sambungnya.
Dia lantas menanggapi Giring yang sambangi warga di wilayah proyek pembangunan Jakarta Internasional Stadion (JIS).
Di twitter, Giring menyindir Anies yang lakukan pembangunan fisik hingga menyinggung Firaun.
Rani menilai, aksi Giring tak perlu ditanggapi karena tidak penting.
Baca Juga: Anies Baswedan: Kalau Belum Masuk Waktunya, Jangan Bunyikan Suara Azan
"Yuk udah yuk biarin aja beliau mau ngapain juga, mau keliling tempat-tempat tergusur di seluruh Jakarta juga silahkan, kan enggak ada yang nyuruh juga," ujarnya.
"Rasanya masih banyak yang lebih penting dibanding menanggapi nyinyiran orang yang merasa penting tapi enggak penting," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Soal Peluang Berlaga di Pilpres 2024, Anies Baswedan Jawab Pakai Analogi Suara Azan
-
Diprediksi Bakal Diusung Golkar, Anies Baswedan Dibandingkan dengan Airlangga Hartarto
-
Anies Baswedan: Semoga Sulawesi Selatan Punya Stadion Seperti JIS di Jakarta
-
Anies Baswedan: Kalau Belum Masuk Waktunya, Jangan Bunyikan Suara Azan
-
Jika Usung Airlangga Hartarto-Anies Baswedan, Golkar Dinilai Bisa Saingi Ganjar Pranowo
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- Resmi Gabung Persib, Bojan Hodak Ungkap Jadwal Latihan Kurzawa dan Kedatangan Markx
Pilihan
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
Terkini
-
Drama London: Paspampres Klarifikasi Soal Halangi Jurnalis Saat Kawal Presiden Prabowo
-
Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Curhat Pimpinan KPK ke DPR: Alat Kurang Canggih Jadi Hambatan Utama OTT
-
Animo Tinggi, PDIP Minta Kemensos 'Gaspol' Bangun Sekolah Rakyat
-
KND Kawal Hak Atlet Disabilitas, Kontingen Indonesia Raih 135 Emas di ASEAN Para Games 2025
-
Ketua DPRD DKI Kawal Janji Pramono Lepas Saham Perusahaan Bir, Kaji Opsi Tukar Guling
-
Jadi Ipar Presiden RI, Soedradjad Djiwandono Ngaku Kudu Hati-hati Komentari Masalah Dalam Negeri
-
Kali Ciliwung Meluap, 11 RT di Jakarta Terendam Banjir
-
'Awal Tahun yang Sempurna', Daftar 4 Kritik Adian Napitupulu Terhadap Pemerintahan Prabowo
-
Setyo Budiyanto Jelaskan Alasan KPK Ubah Aturan Gratifikasi: Nilai Rupiah Harus Disesuaikan