Suara.com - Kalau tahun baru China datang, kamu pasti akan mendengar istilah Cap Go Meh. Cap Go Meh dikenal juga sebagai festival musm semi atau festival lampion karena dalam perayaan Cap Go Meh, lampion menjadi benda ikonik dalam perayaan sebagai simbol harapan yang dilambungkan. Simak sejarah Cap Go Meh berikut.
Selain lampion juga akan ada Mooncake, karena itu, festival Cap Go Meh dikenal juga dengan festival mooncake. Kenapa bisa seperti itu, pasti ada sejarahnya kan? Oleh karenanya, artikel ini membahas sejarah Cap Go Meh.
Mari kita ketahui dari istilah aslinya di China, yaitu festival musim semi yang di Indonesia disebut sebagai Cap Go Meh. Bagaimana sejarah Cap Go Meh alias festival musim ini terjadi?
Sejarah Cap Go Meh
Festival musim semi atau Cap Go Meh adalah salah satu hari libur paling penting dalam budaya hCina sama pentingnya dengan Tahun Baru China. Sejarah Cap Go Meh sudah ada lebih dari 3.000 tahun.
Festival ini diadakan pada hari ke-15 bulan ke-8 kalender lunisolar Tiongkok dengan bulan purnama di malam hari. Pada hari Cap Go Meh, orang China percaya bahwa Bulan berada pada ukuran paling terang dan penuh, bertepatan dengan waktu panen di pertengahan musim.
Orang China akan menyalakan lentera atau lampion dalam semua ukuran dan bentuk sebagai upaya simbolis yang menerangi jalan orang menuju kemakmuran dan nasib baik. Pada malam perayaan Cap Go Meh, kue bulan akan jadi hidangan penting. Kue bulan adalah kue yang diisi dengan kacang manis, kuning telur, daging atau pasta biji teratai.
Menurut sejarah China, sejarah Cap Go Meh bermula dari perayaan panen selama bulan purnama musim gugur sejak dinasti Shang (sekitar 1600-1046 SM). Istilah perayaan musim semi pertama kali muncul dalam Ritus Zhou, koleksi tertulis ritual dinasti Zhou Barat (1046–771 SM).
Perayaan Cap Go Meh sebagai festival baru mulai mendapatkan popularitas selama dinasti Tang awal (618-907 M). Salah satu legenda menjelaskan bahwa Kaisar Xuanzong dari Tang mulai mengadakan perayaan formal di istananya setelah menjelajahi Istana Bulan.
Baca Juga: Cap Go Meh 2022 Tanggal Berapa? Ini Penjelasan dan Sejarah Perayaan Setelah Tahun Baru Imlek Ini
Pada Dinasti Song Utara, Festival ini telah menjadi festival rakyat yang populer, dan secara resmi menetapkan hari ke-15 dari bulan kedelapan kalender lunar sebagai Festival Musim Semi. Pada Dinasti Ming dan Qing, festival musim semi telah menjadi salah satu festival rakyat utama di China.
Janda Permaisuri Cixi (akhir abad ke-19) sangat menikmati merayakan Festival Musim Semi sehingga dia akan menghabiskan periode antara hari ketiga belas dan ketujuh belas bulan kedelapan untuk melakukan ritual yang rumit.
Dari China ke Indonesia
Imigran China yang datang ke Indonesialah yang membawa perayaan festival musim semi ini ke Indonesia yang kemudian dikenal dengan nama Cap Go Meh. Perayaan Cap Go Meh di Indonesia dapat dijumpai hanya di sekitar komunitas China.
Cara warga Tionghoa dalam merayakan Cap Go Meh di berbagai daerah di Indonesia juga berbeda-beda, tergantung pada kearifan lokal masing-masing. Proses perayaan dilakukan tidak hanya satu hari, tapi dilangsungkan sejak pagi hari tangal 15 bahkan ada yang sudah menyiapkannya jauh-jauh hari.
Tiga Kegiatan Penting Dilakukan di Malam Cap Go Meh
Berita Terkait
-
Cap Go Meh 2022 Tanggal Berapa? Ini Penjelasan dan Sejarah Perayaan Setelah Tahun Baru Imlek Ini
-
Cap Go Meh Artinya Apa? Perayaan yang Identik dengan Lampion dan Tahun Baru Imlek
-
Cap Go Meh Itu Apa? Ini Penjelasan tentang Perayaan Setelah Tahun Baru Imlek yang Selalu Dinantikan
-
Perayaan Cap Go Meh 2022 Kapan? Catat Tanggalnya dan Ketahui Perbedaanya dengan Tahun Baru Imlek
-
10 Ucapan Happy Chinese New Year 2022 dalam Bahasa Inggris dan Artinya
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah