Suara.com - Tahanan Palestina di penjara-penjara Israel pada Senin mengumumkan mereka melakukan mogok makan selama satu hari sebagai protes atas hukuman Israel terhadap mereka.
Menyadur laman Anadolu, Selasa (15/2/2022), Masyarakat Tahanan Palestina (PPS) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemogokan itu diluncurkan untuk memprotes hukuman tersebut, yang mencakup larangan mendapatkan kunjungan dari keluarga tahanan.
Ketegangan juga meningkat di penjara-penjara Israel selama sembilan hari setelah pihak berwenang mengurangi durasi waktu pekarangan bagi para tahanan, tambah pernyataan itu.
PPS juga mengatakan otoritas Israel memberlakukan pembatasan lebih lanjut pada tahanan setelah pembobolan sukses oleh enam warga Palestina pada September, sebelum kemudian mereka ditangkap kembali.
Pada Januari lalu, NGO Palestina memperkirakan bahwa ada sekitar 4.500 tahanan Palestina di penjara-penjara Israel, dengan sedikitnya 500 menderita sakit, serta 180 remaja dan 34 narapidana wanita.
Berita Terkait
-
Warga Palestina Ditembak Mati Tentara Israel di Tepi Barat
-
Bentrok Di Tepi Barat Kembali Pecah, Tentara Israel Tembak Mati Warga Palestina
-
Bentrokan di Tepi Barat, Pasukan Israel Tembak Mati Warga Palestina
-
Hasto Kristiyanto Sebut Palestina Bisa Merdeka Jika Soekarno Tak Dilengserkan, Warganet Langsung Gaduh
-
Sekjen PDIP Sebut Palestina Merdeka Jika Bung Karno Tak Dilengserkan, Ini Alasannya
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Pemerintah Diminta Transparan, Kerja Sama Pertahanan RI-AS Untungnya Apa?
-
Dugaan Skandal Aset Sitaan Rp40 Miliar, Jaksa Watch Laporkan Kejati Jambi ke KPK
-
Hasto PDIP: Kritik ke Jokowi Dulu Ternyata Benar, Prabowo Jangan Antikritik
-
BNI Pastikan Proses Pengembalian Dana Aek Nabara Sesuai Perkembangan Penyidikan
-
Bantah Ramal Indonesia Bakal Chaos, JK: Itu Said Didu, Bukan Saya
-
Catat! Ini 7 Rumah Sakit di Jawa Tengah yang Layani Visum Gratis bagi Korban Kekerasan
-
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok
-
Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung
-
PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila
-
Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana