Suara.com - Meningkatnya kasus Covid-19 varian omicron yang telah menyebar di Indonesia membuat sebagian masyarakat khawatir. Selain itu masyarakat tentu masih bingung kapan harus tes Covid-19 untuk mengetahui apakah dirinya terinfeksi maupun tidak terhadap varian Omicron ini.
Tes Covid-19 penting untuk dilakukan untuk mendeteksi varian Omicron yang kini dominan di Indonesia. Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Covid-19 varian omicron ini memilik level keparahan ringan serta tingkat perawatan di rumah sakit yang rendah dibanding dengan Covid-19 varian sebelumnya dan juga varian Delta.
Gejala varian Omicron mirip dengan gejala flu biasa pada umumnya seperti demam, pilek, hidung tersumbat, batuk, badan lemas dan lain-lain. Oleh karenanya, masyarakat kesulitan untuk membedakan antara Covid-19 varian omicron maupun flu biasa.
Menurut American Academy of Ophthalmology, terdapat gejala Covid-19 varian omicron yang jarang terjadi seperti mata merah dan gatal. Sementara itu menurut Express.co.uk, menyatakan jika seseorang mengalami ruam dan gatal pada kulit seperti jari, kaki, mulut dan lidah bisa saja terkena gejala varian omicron meski tidak bisa dipastikan 100 persen benar. Namun munculnya ruam tersebut bisa sebagai tanda reaksi sistem imun terhadap infeksi virus Covid-19. Lantas, kapan harus tes Covid-19?
Juru Bicara Satgas Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro menjelaskan apabila seseorang mengalami gejala Covid-19 seperti demam, batuk, pilek dan nyeri tenggorokan sebaiknya segera melakukan tes untuk mengetahui apa seseorang terdiagnosis Covid-19 ataupun tidaknya.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi bagi seseorang yang terkena Covid-19 agar pasien dapat segera ditangani dengan pemberian obat dan juga isolasi.
dr Reisa menyarankan kepada pasien Covid-19 untuk melakukan tes kembali pada hari ke-5 usai pasien mendapatkan diagnosis terpapar Covid-19. Apabila pada hari ke-5 ternyata hasil negatif, maka tidak perlu lagi untuk menjalani isolasi mandiri.
Demikian jawaban dari pertanyaan kapan harus tes Covid-19 bagi seseorang yang merasakan gejalanya. Jika seseorang mengalami gejala Covid-19 varian Omicron seperti yang telah dijelaskan di atas, maka segeralah untuk melakukan tes Covid-19 sebagai bentuk mendeteksi dini agar segera mendapatkan pengobatan. Semoga bermanfaat!
Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat
Baca Juga: Masyarakat Diimbau Tak Lakukan Tes PCR Berulang Kali dan Pindah Laboratorium
Berita Terkait
-
Bantah 3 Pasien Covid-19 di Palembang Meninggal saat Isoman, Kemenkes Minta Pemda Klarifikasi
-
Kemenkes: 68 Persen Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Lantaran Belum Vaksinasi Lengkap
-
Berkurang Ratusan Orang, RSDC Wisma Atlet Kemayoran Kini Rawat 3.758 Pasien Positif Covid-19
-
Covid-19 di Sumbar Menggila Lagi, Sehari Bertambah 540 Kasus Positif
-
Melonjak, Ketersediaan Tempat Tidur Pasien Covid-19 di RSUD Bogor Sudah Terisi 50 Persen
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas