Suara.com - Dua tahun setelah dia hilang, seorang anak perempuan berusia 6 tahun di Amerika Serikat ditemukan dalam keadaan hidup dan sehat.
Polisi menemukan Paislee Shultis pada hari Senin (14/02), di sebuah ruangan di bawah tangga pada sebuah rumah di kota Saugerties, negara bagian New York, Amerika Serikat. Dia ditemukan dua tahun setelah dinyatakan hilang dari Spencer, New York, yang berjarak 290 km dari Saugerties.
Polisi mengatakan mereka menduga dia diculik oleh orangtua kandungnya yang tidak memiliki hak asuh.
Saat itu, polisi percaya orangtua kandungnya, Kimberly Cooper Shultis, 33, dan Kirk Shultis Junior, 32, menculik Paislee.
Menurut polisi, pasangan tersebut tidak memiliki hak asuh atas anak itu.
Senin (14/02) lalu, polisi mengatakan mereka menerima informasi tentang keberadaan anak itu dan memperoleh surat izin penggeledahan.
Polisi mengatakan mereka pergi ke rumah kakek anak itu di mana mereka menggeledah selama sekitar satu jam sebelum menemukan anak itu di dalam ruangan rahasia.
Setelah melepaskan papan, anak dan ibunya ditemukan bersembunyi di kamar yang gelap dan basah, kata polisi.
Paislee dibawa ke markas polisi di mana paramedis memeriksanya dan menemukan dia dalam keadaan sehat. Kemudian dia dibebaskan ke wali sahnya, kata polisi kepada media setempat.
Baca Juga: Anak Asuh Shin Tae-yong Ngamuk, Kali Ini MMK Jadi Korban Keganasan Timnas Indonesia U-18
Selain menangkap orangtua Paislee, polisi juga menangkap kakek anak itu, Kirk Shultis, 57 tahun.
Mereka menghadapi tuduhan mencampuri hak asuh dan membahayakan kesejahteraan anak.
Polisi mengatakan mereka mewawancarai ayah kandungnya beberapa kali sejak anak itu hilang tetapi dia menyatakan bahwa dia tidak mengetahui keberadaannya dan dia tidak melihat anak itu.
Artikel ini diproduksi oleh Mariah Papadopoulos dari laporan dalam bahasa Inggris.
Berita Terkait
-
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN
-
Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG
-
Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN
-
Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG
-
Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG
-
BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan
-
Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD
-
Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan
-
Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini
-
Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan
-
Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya