Suara.com - Perjuangan mencari uang bukanlah hal yang mudah. Apapun pekerjaannya akan selalu ada rintangan masing-masing.
Mulai rintangan tentang tugas, tekanan pekerjaan dari atasan atau rekan kerja, pembeli, bahkan orang lain.
Salah satu pekerjaan yang sering dikatakan memiliki rintangan tinggi yakni wirausaha. Orang yang bekerja sebagai wirausahawan harus mempunyai kesabaran, keuletan, dan sikap pantang menyerah yang tinggi.
Ada sebuah kisah haru dari seorang wirausahawan yang berdagang kasur keliling. Dua orang pedagang kasur keliling ini terkena tipu orang.
Kisah tersebut dibagikan satu diantara pedagang kasur keliling pada akun media sosial TikToknya @rsimangunsong03.
"Semangat terus bagi anak perantauan," keterangan video seperti dikutip oleh Suara.com, Jumat (18/02/2022).
Rekaman video itu memperlihatkan dia dan seorang temannya sedang berjualan kasur keliling. Dia bercerita mengenai kejadian yang dialaminya kemarin saat berjualan.
Dia berkata bahwa dirinya dan sang teman ini terkena tipu orang. Berawal dari mereka bertanya tentang jarak ke sebuah kampung di depannya.
"Berapa jauh ke kampung sana bang?" tanya mereka ke seorang lelaki.
Baca Juga: Viral Cewek Salting Gara-gara Digodain saat Naik Sepeda, Endingnya Malah Bikin Ngakak
"Oh dekatnya paling 1 km," jawab lelaki itu.
Mendengar jawaban dari lelaki tersebut, mereka memutuskan untuk pergi ke kampung yang ditanyakan tadi.
Mereka pun melangkahkan kaki menyusuri jalan tanah yang ada di tengah hutan. Ketika satu jam menyusuri jalan ternyata jarak yang mereka tempuh sudah lebih dari 5 km.
Tetapi mereka belum menemukan sebuah perkampungan. Mereka dibuat bingung dengan jalan di tengah hutan yang dilewati.
Ditambah lagi mereka dalam keadaan lapar belum makan siang. Saat itu, mereka baru menyadari bahwa telah ditipu oleh lelaki yang ditanyai sebelumnya.
Walaupun begitu, perekam video yang juga pedagang kasur keliling ini membawa ketawa apa yang sedang dilaluinya.
Tag
Berita Terkait
-
Potret Mobil Goyang yang Sesungguhnya, Publik Malah Salfok dengan Spion Motor Perekam
-
Ramai Dibicarakan Warganet, Terbongkar Modus Penipuan Berkedok Minta Bantuan Biaya Pengobatan
-
Heboh Loker Bertanggung Jawab Memanipulasi Data Statistik, Publik Bingung: Kontradiksi Syarat Disuruh Jujur
-
Viral Cewek Salting Gara-gara Digodain saat Naik Sepeda, Endingnya Malah Bikin Ngakak
-
Terduga Pelaku Mesum di Ruko Magelang Ternyata Kakek 120 Tahun, Linglung saat Ditanyai Polisi
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Sisi Gelap Kafe dan Restoran Mewah di Gaza
-
4 Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Aplikasi, Simple Bisa Periksa Lewat HP
-
Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar MV Hondius di Atlantik, 3 Penumpang Dilaporkan Tewas
-
CSIS Soroti 5 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Dinilai Tanda Ketidakstabilan
-
Pergerakan Pesawat Militer AS Meningkat ke Timur Tengah, Sinyal Eskalasi Konflik?
-
Ancaman Keras Parlemen Iran ke Donald Trump, Intervensi Selat Hormuz Pelanggaran Gencatan Senjata
-
KPK Panggil Lagi Eks Staf Ahli Budi Karya Sumadi dalam Kasus DJKA
-
Siswa SMKN Samarinda Meninggal Diduga karena Sepatu Kekecilan, Menteri PPPA Minta Evaluasi Bansos
-
AS Luncurkan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz, Klaim Jamin Stabilitas Pasokan Minyak Mentah
-
KPK Siap Hadapi Praperadilan Eks Wakil Ketua PN Depok di Kasus Suap Lahan