Suara.com - Partai Demokrat meminta kepada pemerintah Jokowi-Maruf agar tak telena dan berpuas diri jika ada penilaian peningkatan kepuasan dari publik. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh pemerintah.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menanggapi adanya survei litbang Kompas yang menyatakan kepuasaan publik terhadap pemerintah Jokowi-Maruf sebesar 73,9 persen atau meningkat dari 66,4 persen pada Oktober 2021.
"Jangan terjebak. Ini potret persepsi publik. Bukan menunjukkan kinerja sebenarnya pemerintah. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh Pemerintah. Kondisi pandemi belum membaik. Memang sempat melandai, tapi kini jumlah penderita covid-19 kembali meningkat drastis," kata Herzaky kepada wartawan, Selasa (22/2/2022).
Menurutnya, rakyat pun banyak yang masih susah dan ekonominya belum bangkit. Angka pengangguran dan kemiskinan belum banyak bergerak.
Herzaky lantas membandingkan dengan apa yang terjadi di era pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Ia mengungkapkan, sepuluh tahun pemerintahan SBY, penduduk miskin berhasil dikurangi sebanyak 8,42 juta jiwa atau 842 ribu per tahunnya. Sedangkan, menurutnya, lima tahun pertama Pemerintahan Joko Widodo, sebelum pandemi melanda, hanya mampu mengurangi 2,94 juta penduduk miskin, atau 588 ribu per tahun.
"SBY mewarisi 36,1 juta jiwa jumlah penduduk miskin di tahun 2004 dari pemerintahan sebelumnya. Setelah 10 tahun pemerintahan SBY, jumlah penduduk miskin tinggal 27,73 juta jiwa. Nah, pemerintahan Joko Widodo itu mewarisi jumlah penduduk miskin 27,73 juta jiwa dari SBY," tuturnya.
"Lima tahun pemerintahan Jokowi hanya mampu membuat turun ke 24,79 juta jiwa. Apalagi per September 2021 kemarin, jumlah orang miskin meningkat kembali ke 26,5 juta jiwa," sambungnya.
Herzaky mengatakan, dikesankan Pemerintahan Jokowi seakan-akan lebih sukses mengurangi orang miskin, karena di era Jokowi hanya berkisar 24-27 juta, lebih rendah dibandingkan era SBY yang berkisar 27-36 juta.
Baca Juga: Jokowi Sebut Landmark Decision MA Berikan Efek Jera Bagi Koruptor dan Mafia Hukum
Padahal, kata dia, era pemerintahan Jokowi kemiskinan bisa berkisar 24-27 juta itu, karena mewarisi 27 juta dari era SBY, yang berhasil menurunkannya ke 27 juta dari 36 juta jiwa peninggalan pemerintahan sebelumnya.
"SBY berhasil mengurangi pengangguran dari 10,25 juta jiwa di 2004, sebagai warisan dari pemerintahan sebelumnya, ke 7,24 juta jiwa di Agustus 2014. Pemerintahan Jokowi mewarisi pengangguran yang hanya 7,24 juta jiwa dari era SBY. Lalu, setelah 5 tahun pemerintahan Jokowi, angka pengangguran di 7,1 juta jiwa di Agustus 2019. Sekarang, dua tahun pandemi, pengangguran meningkat kembali ke angka 9,1 juta jiwa di Agustus 2021," tuturnya.
Lebih lanjut, Herzaky mengungkapkan, data yang ia pakai merupakan data dari Badan Pusat Statistik atau BPS. Menurutnya, bahaya jika kondisi pemerintah saat ini disebut baik-baik saja.
"Mengurus kelangkaan minyak goreng saja tidak beres-beres selama dua bulan ini. Harga tempe meningkat drastis. Bensin dan listrik naik terus sejak awal pemerintahan. Belum lagi indeks demokrasi dan korupsi yang sangat mengkhawatirkan," ungkapnya.
"Lebih baik Pemerintah fokus kerja bermanfaat untuk rakyat, bukan sibuk memoles cara menampilkan hasil kerjanya sehingga seakan-akan kondisi kita baik-baik saja. Masih ada waktu dua tahun," imbuhnya.
Tag
Berita Terkait
-
Jokowi Sebut Landmark Decision MA Berikan Efek Jera Bagi Koruptor dan Mafia Hukum
-
Presiden Jokowi Tugaskan Wakil Menteri di Kementerian Perhubungan
-
Istilah 'Kuda Hitam' Tuai Sorotan, Pengamat Sebut AHY Akan Lakukan Ini untuk Capai Kemenangan di 2024
-
Aturan Jaminan Hari Tua Bakal Direvisi, PAN: Permenaker JHT Harus Segera Dicabut
-
Jokowi Minta Aturan JHT Direvisi, Menaker: Presiden Sangat Memperhatikan Nasib Buruh
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI
-
Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu
-
Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal
-
Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
-
Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9