"
"Ini sangat menakutkan."
"
Ukraina tidak percaya bahwa mereka sedang dilanda perang
Bahkan setelah berminggu-minggu peringatan oleh politisi Ukraina dan sejumlah negara Barat bahwa serangan Rusia sudah dekat, beberapa orang di kota berpenduduk sekitar tiga juta orang itu tidak menganggapnya serius.
"Saya tidak menyangka akan seperti ini. Sampai pagi ini saya yakin tidak akan terjadi apa-apa," kata Nikita, pakar pemasaran berusia 34 tahun, saat menunggu dalam antrean panjang di supermarket dengan botol-botol air yang menumpuk tinggi di troli belanjaannya.
Saat sebuah pecahan misil menembus langit-langit apartemen Mikhail Shcherbakov di Kharkiv, ia baru tersadar bahwa perang, peringatan tentang perang yang didengarnya selama berminggu-minggu, kini telah menghantam negaranya.
"Saya mendengar suara bising dan terbangun. Kedengarannya seperti artileri," kata Mikhail Shcherbakov dari timur laut negara itu.
Dia melompat dari sofa dan berlari membangunkan ibunya, dan sesuatu meledak di belakangnya.
Rudal itu meninggalkan komputer dan cangkir teh di dekatnya yang diselimuti debu, yang menjadi artefak instan dari perang terbaru Eropa.
Baca Juga: Ukraina-Rusia: Siapa Orang-orang Penting yang Didengar Putin?
Layanan darurat di Kharkiv mengatakan seorang anak tewas dalam ledakan itu.
Pejabat pemerintah mengatakan pertempuran di sana terjadi 4 sampai 5 kilometer di utara kota.
Saat rudal menghantam seluruh negeri, beberapa orang langsung panik. Yang lain berpegang teguh pada rutinitas.
"
"Saya tidak takut. Saya akan bekerja. Satu-satunya hal yang tidak biasa adalah Anda tidak dapat menemukan taksi di Kyiv," keluh seorang warga, bahkan ketika sirene serangan udara meraung.
"
Banyak yang tampak tidak yakin bagaimana harus bereaksi.
Jalan utama Kyiv, Khreshchatyk, dipenuhi kecemasan saat orang-orang memeriksa ponsel mereka. Beberapa berjalan dengan anjing mereka atau saling melambaikan tangan dengan sesama warga.
"Saya tidak takut saat ini. Mungkin saya akan takut nanti," kata warga Maxim Prudskoi.
Walikota Kyiv Vitaly Klitschko meminta tiga juta orang di kota itu untuk tinggal di dalam rumah kecuali jika mereka bekerja di sektor-sektor kritis dan mengatakan setiap orang harus menyiapkan tas dengan kebutuhan seperti obat-obatan dan dokumen.
Selama berminggu-minggu, Presiden Volodymyr Zelenskyy telah mencoba untuk menengahi ekspektasi agresi oleh Rusia, bahkan ketika peringatan oleh Amerika Serikat makin mendesak.
Zelenskyy berpendapat bahwa kepanikan akan menyebabkan destabilisasi sosial yang bisa menjadi keuntungan taktis bagi Rusia seperti halnya perkiraan 150.000 tentara yang telah dikumpulkan di perbatasan Ukraina.
Pada hari Kamis (24/02), ketika Presiden memberlakukan darurat militer, warga Ukraina menyadari — dengan terkejut — bahwa segalanya mungkin berubah.
“Saya merasa panik, takut, dan tegang. Saya tidak tahu kepada siapa saya harus meminta bantuan,” kata warga Kyiv, Elizaveta Melnik. "Kami tidak percaya situasi ini akan datang."
Negara-negara Barat dan tetangga Ukraina sedang mempersiapkan kemungkinan ratusan ribu pengungsi akibat invasi.
Kepala badan pengungsi PBB memperingatkan "konsekuensi yang menghancurkan" dari tindakan militer Rusia di Ukraina dan menyerukan negara-negara tetangga untuk menjaga perbatasan mereka terbuka bagi orang-orang yang melarikan diri dari pertempuran.
Filippo Grandi, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, mengutip laporan bahwa "korban dan orang-orang mulai meninggalkan rumah mereka untuk menyelamatkan diri" tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Dalam sebuah pernyataan, dia mengatakan bahwa UNHCR telah meningkatkan operasi dan kapasitasnya di Ukraina dan negara-negara tetangganya, juga tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa dari ABC News.
Berita Terkait
-
Manchester United Dekati Tchouameni, Madrid Siap Jual 68 Juta Poundsterling
-
Link CPNS 2026 Viral, Publik Diminta Waspada Penipuan Modus Menyamar Ala BKN
-
Kepuasan Publik ke Prabowo Menurun Tajam, Begini Respons PDIP
-
Kemenhut Siapkan SDM Kehutanan Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
-
Pengamat Cium Aroma Perlawanan Balik Koruptor di Balik Isu Febrie Adriansyah: Corruptor Fights Back
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular