Merek konsumen Barat yang beroperasi di wilayah tersebut dapat menghadapi serangan balasan. Misalnya, beberapa poster di Facebook menanggapi dengan marah setelah akun terverifikasi untuk McDonald's Corp memposting bahwa mereka menutup restoran di Ukraina, tetapi tidak menyebutkan lokasinya di Rusia.
"Penjajah Rusia, militer, dan anak-anak mereka akan terus menikmati burger. Dan anak saya duduk di tempat perlindungan bom dengan air mata berlinang," jerit salah satu poster, yang mengidentifikasi dirinya sebagai Vitaliy Skalsky, mengatakan kepada Reuters di Ukraina dalam pesan Facebook--dan permintaan komentar tidak dibalas pihak McDonald's.
Bank-bank Barat dan perusahaan keuangan telah mempelajari implikasi praktis dari sanksi baru, kata beberapa sumber di industri yang diatur secara ketat.
Aturan ini melarang transaksi langsung dengan entitas yang terkena sanksi dan hubungan perbankan "koresponden" yang memungkinkan bank Rusia melakukan pembayaran internasional melalui bank Amerika Serikat.
Tetapi mereka kurang jelas pada bidang-bidang seperti pembelian dan penjualan utang negara Rusia di pasar sekunder, kata seorang sumber senior di sebuah bank besar Eropa yang beroperasi di Negeri Paman Sam.
Berita Terkait
-
Analis: Ancaman Donald Trump Beri Sanksi Ekonomi ke Iran Cuma Bikin Tambah Buruk Keadaan
-
Pekan Depan, Amerika Serikat Umumkan Sanksi Baru untuk Iran yang Belum Pernah Ada
-
Kemlu: Ancaman Saksi Ekonomi AS Tanda Tak Mampu Diplomasi Damai dengan Iran
-
Sebelum Membatalkan Transaksi Hotel di Kredivo, Pahami Dulu Alur Prosesnya
-
BCA Bidik Pertumbuhan Transaksi Digital di Ultah Blok M, Tebar Banyak Promo
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Bromo Belum Sepenuhnya Aman: Debu Setan Mengancam Savana yang Terluka
-
HUT ke-81 RI: BRI Bersama Danantara Terus Mendukung Ekonomi Rakyat, Termasuk UMKM
-
Meski 4 Pasar Rusak, Pemerintah Jamin Warga NTT Tak Kelaparan
-
Persija Masuk Fase Panas TC Thailand, Shin Tae-yong Mulai Tentukan Pemain Pilihan
-
HUT ke-81 RI, BRI Dukung Danantara Senantiasa Perkuat Ekonomi Rakyat
-
Pengendara Motor di Deli Serdang Jadi Korban Begal, Paha Ditusuk, Motor hingga HP Raib
-
Review Novel Jejak Langkah: Ketika Pena Menjadi Senjata Perlawanan
-
Menembus Tembok Longsor: Drama Penyelamatan Ibu Hamil di Jantung Flores yang Terisolasi
-
RI Ditargetkan Bisa Swasembada 11 Komoditas Pangan dalam 3 Tahun
-
Green Energy Jadi Arah Baru Industri Maritim Indonesia