Suara.com - Pemerintah Kota Jakarta Pusat meminta agar Kepolisian segera mengusut kecelakaan motor kasus tabrak lari di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih yang telah menewaskan Shally Rahayu Sulistyaningsih (49), pegawai Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) bagian pengamanan dalam (pamdal).
Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi meminta agar polsek setempat dapat mengusut melalui CCTV di lokasi kecelakaan guna mengetahui pengendara lainnya yang kabur saat kecelakaan terjadi.
"Mudah-mudahan ada CCTV nanti kami minta pada Polsek setempat, Polsek Cempaka Putih, kalau ada CCTV nanti kami mau usut," kata Irwandi saat dikonfirmasi Antara di Jakarta, Selasa.
Irwandi menjelaskan PJLP bagian Pamdal bernama Shally Rahayu pernah menjadi sekretarisnya. Ia pun menyampaikan rasa duka cita mendalam dan telah melakukan takziah ke rumah duka korban. Korban telah dimakamkan di TPU Karet Bivak.
Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Purwanta membenarkan kecelakaan motor menimpa korban bernama Shally Rahayu pada Senin (28/2) pukul 19.30 WIB di Jalan Letjen Suprapto Jakarta Pusat, tepatnya di depan Rumah Makan Mie Aceh.
Dalam keterangan yang diterima, korban berboncengan dengan R Dommy Handara Graha (42) mengendarai sepeda motor bernomor polisi B 6080 SRD.
Sebelum terjadi kecelakaan, kendaraan yang dikendarai Dommy Handara berjalan dari arah barat ke timur di Jalan Letjen Suprapto wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat.
"Sesampainya di dekat Warung Mie Aceh bergerak ke samping dan terjadi serempetan dengan kendaraan lain yang nomor polisi dan identitas pengemudi tidak diketahui atau kabur," kata Purwanta.
Polisi menduga Dommy lalai mengemudikan kendaraan saat berpindah lanjur, serta tidak mengamati situasi lalu lintas di samping kiri dan belakang kendaraannya, sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas.
Baca Juga: Kabur dari Kejaran Polisi, Tersangka Narkoba Tabrak Pengguna Jalan di Pulomas
Akibat kejadian tersebut, korban Shally Rahayu mengalami luka pada bagian kepala kemudian dilarikan ke RSCM. Ia pun meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit. (Antara)
Berita Terkait
-
Kabur dari Kejaran Polisi, Tersangka Narkoba Tabrak Pengguna Jalan di Pulomas
-
Tabrak Lari, Angkot Adu Banteng dengan Motor di Cakung, Pemotor Wanita Tewas
-
Jadi Korban Tabrak Lari, Seorang Pria di Cikarang Tewas, Saksi Mata: Pelaku Langsung Tancap Gas
-
Jadi Korban Tabrak Lari, Wanita Paruh Baya di Pematangsiantar Tewas
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
PSI Incar Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Hasto PDIP Kasih Respons Santai, Begini Katanya
-
Rakernas I 2026: PDIP Bakal Umumkan Sikap Resmi Terkait Wacana Pilkada di Akhir Acara
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Politik Adalah Alat Pengabdian, Bukan Sekadar Kejar Jabatan
-
Megawati Dorong Politik Berbasis Kearifan Lokal: Peradaban Diukur dari Cara Menghormati Bumi
-
Instruksi Tegas Megawati di HUT ke-53 PDIP: Kader Wajib Jaga Alam, Hingga Lawan Keserakahan
-
Kritik Keras Regulasi Karpet Merah Konsesi, Megawati: Itu Pemicu Bencana Ekologis di Sumatra
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Krisis Iklim Adalah Ancaman Nyata, Generasi Muda Paling Dirugikan
-
Megawati Kecam Intervensi AS di Venezuela: Ini Imperialisme Modern!
-
Rocky Gerung Ngaku Girang Hadir di HUT ke-53 PDIP, Puji Pidato Megawati: Jernih, Tulus, dan Berani
-
BGN Ancam Suspend Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene, Target Nol Keracunan 2026