Suara.com - Kejaksaan Agung tengah mengusut kasus dugaan korupsi d PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Langkah tersebut mendapat dukungan dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni.
Sahroni mengatakan langkah tersebut sangat penting demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik atau “good governance” di perusahaan BUMN.
“BUMN seharusnya menjadi perusahaan kebanggaan negara, namun adanya dugaan kasus korupsi di BUMN sangat mengecewakan. Karena itu saya sangat mendukung Kejaksaan Agung untuk mengusut tuntas,” kata Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (2/3/2022).
Ia menuturkan, perlu dipahami apa yang menjadi akar masalah utama dari tindak korupsi yang sering terjadi di perusahaan pelat merah tersebut sehingga merugikan negara triliunan rupiah.
Dengan adanya ketegasan dari Kejaksaan Agung kata
Sahroni, ke depannya akan terwujud BUMN Indonesia yang lebih sehat.
“Dengan adanya program bersih-bersih BUMN dari Pak Erick yang kemudian ditindaklanjuti dengan sangat baik oleh Kejaksaan, saya berharap ini menjadi titik terang untuk masa depan BUMN kita,” ujarnya.
Dia berharap tidak ada lagi berita-berita korupsi di BUMN karena semua pihak ingin terwujudnya perusahaan negara sehat seperti yang diharapkan.
Kejagung Usut Dugaan Korupsi Garuda
Sebelumnya, Kejaksaan Agung sedang mengusut kasus dugaan korupsi di perusahaan BUMN, yaitu PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.
Baca Juga: Kejagung akan Keluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan Nurhayati
Dalam perkara ini Kejaksaan telah memeriksa Wakil Presiden Akuntan Finansial PT Garuda Indonesia, termasuk penyidik memeriksa dua saksi lain, yakni mantan Wakil Presiden Eksekutif Keuangan Garuda Indonesia (EVP Finance) Tahun 2012 berinisial AMTM dan Plh VP Legal PT Garuda berinisial RH. Keduanya sama-sama diperiksa terkait mekanisme pengadaan pesawat udara.
Jaksa Agung ST Burhanuddin menjelaskan peristiwa tindak pidana korupsi PT Krakatau Steel terjadi pada tahun 2011-2019 saat membangun Pabrik Blast Furnance (BFC) melalui sistem lelang pada 31 Maret 2011 dengan kontrak Rp6,9 triliun.
Kemudian PT Krakatau Steel telah membayarkan uang ke Konsorsium MCC CERI dan PT Krakatau Engineering sebesar Rp5,3 triliun untuk membuat pabrik baja BFC.
Namun pekerjaan kemudian dihentikan pada 19 Desember 2019, padahal pekerjaan belum 100 persen dan setelah dilakukan uji coba, operasi biaya produksi lebih besar dari harga baja di pasar. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Minta Polri Koordinasi dengan Kejaksaan hingga OJK, Komisi III DPR: Utamakan Kepentingan Korban KSP Indosurya
-
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni Minta Perwira Polisi Terduga Pelaku Perbudakan Seksual Dihukum Berat
-
Kejagung akan Keluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan Nurhayati
-
Dugaan Korupsi Proyek Pabrik Krakatau Steel (KRAS) Rugikan Negara Hampir Rp7 Triliun
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali