Suara.com - Kementerian Sosial (Kemensos) akan memberikan bantuan dua unit alat berat pengeruk tanah atau excavator untuk normalisasi sungai di beberapa titik yang ada di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Setidaknya ada dua aliran sungai yang direkomendasikan untuk dikeruk yakni, Sungai Noemeto dan salah satu sungai di Kupang Timur.
Menteri Sosial,Tri Rismaharini menjelaskan, mayoritas sungai di NTT mengalami pendangkalan. Akibatnya limpahan air dari pegunungan sekitar tidak bisa ditampung di perut sungai dan malah meluap ke pemukiman warga. Oleh karena itu, pengerukan sungai menjadi hal penting untuk dilakukan guna mengantisipasi terjadinya banjir di wilayah tersebut.
"Iya betul pengerukan sungai ini untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Kami berharap dengan adanya pengerukan sungai, saat terjadinya hujan sudah tidak terimbas lagi," tutur Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini saat meninjau Desa Wini, Kabupaten TTU, NTT, pada Rabu, (2/3/2022).
Kendati demikian, pengerukan sungai Noemeto tak bisa serta merta dilakukan. Sebab, sungai tersebut merupakan batas wilayah RI dengan Timor Leste. Sehingga harus dibahas terlebih dahulu oleh antar negara.
"Saya sudah berkomunikasi dengan Bu Menlu (Retno Marsudi). Karena itu sungai batas wilayah dua negara, mana yang bisa kami kerjakan mana yang tidak. Kalau sudah yes, alat berat ada, kami akan kerjakan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Mensos Risma Pastikan Kartu Sembako 2022 Bisa Dicairkan Secara Tunai
-
Cuaca Ekstrem Tingkatkan Kemungkinan Bencana, Mensos Minta Masyarakat dan Semua Pihak Waspada
-
Di Depan Komisi VIII DPR, Mensos Bahas Sistem Organisasi dan Tata Kerja secara Detail
-
Tidak Terima Istri Minta Cerai, Pria di Nusa Tenggara Timur Kejar dan Tusuk Istri Pakai Pisau
-
Suami Tikam Istri Saat Pulang dari Pasar, Ini Penyebabnya
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?