Suara.com - Belakangan ini, sosok Kolonel Priyanto menjadi bahan pembicaraan masyarakat luas karena terkait kasus tabrakan di Nagreg yang menewaskan 2 remaja. Siapa Kolonel Priyanto sebenarnya?
Untuk mengenal siapa Kolonel Priyanto sebenarnya, simak penjelasan dalam artikel ini. Kolonel Inf Priyanto Kasi Intel Komando Resor Militer 133/Nani Wartabone, Kodam XIII/Merdeka telah ditahan oleh Polisi Militer Denpom XIII/Merdeka karena terlibat terhadap kasus tewasnya dua orang remaja korban tabrak lari Handi Saputra dan Salsabila.
Hal ini dilakukan setelah pihak Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, serta Polisi Militer TNI melakukan penyelidikan di sejumlah tempat dan foto-foto yang beredar di media sosial terkait tewasnya dua remaja tersebut. Siapa Kolonel Priyanto yang sebenarnya?
Latar Belakang
Kolonel Priyanto adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1994, di mana tugasnya banyak dihabiskan di kecabangan Infanteri ini terlihat dari wing yang dikenakannya. Sejak 2015 hingga 2016, Kolonel Priyanto pernah menjabat Komandan Kodim (Dandim) Gunungkidul.
Setelah menjabat Dandim, ia dipromosikan menjabat Inspektur Utama Umum Inspektorat Kodam (Irutum Itdam) IV/Diponegoro. Jabatan tersebut diemban sejak April 2019. Karena itu pula, ia mendapatkan kenaikan pangkat dari Letkol ke Kolonel. Selanjutnya Kolonel Priyanto dipromosikan menjabat Kasi Intel Korem 133/Nani Wartabone.
Jadi Dalang Pembunuhan Dua Orang Remaja
Awalnya, anggota TNI AD ini diketahui telah menabrak dua remaja Handi dan Salsabila di daerah Nagreg, Jawa Barat. Kemudian, timbul pengakuan bahwa Kolonel Priyanto juga pernah mengebom rumah seseorang tanpa ketahuan.
Pengakuan Kolonel Priyanto itu terungkap pada saat persidangan kasus tabrak lari sekaligus pembunuhan terhadap Handi dan Salsabila di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta pada Selasa (8/3/2022) lalu.
Baca Juga: Kopda Andreas dan Koptu Ahmad Saleh Sarankan Bawa Korban ke Puskesmas, Kolonel Priyanto Menolak
Pengakuan tersebut kemudian membuat dua anak buahnya yaitu Koptu Ahmad Sholeh dan Kopda Andreas Dwi Atmoko bersedia saat disuruh membuang jasad Handi dan Salsabila ke Sungai Serayu, Jawa Tengah. Adapun terungkapnya pengakuan mengenai pengeboman yang dilakukan oleh Kolonel Priyanto itu berawal pada saat Oditur Militer Kolonel Sus Wirdel Boy membacakan dakwaan mengenai kronologi pembuangan tubuh Handi dan Salsabila ke sungai.
Kolonel Wirdel Boy mengatakan bahwa sempat ada penolakan dari anggota TNI Koptu Ahmad Sholeh dan Kopda Andreas Dwi Atmoko untuk membuang tubuh Handi dan Salsabila ke sungai. Koptu Ahmad Sholeh dan Kopda Andreas meminta kepada Kolonel Priyanto untuk membawa Handi dan Salsabila ke Puskesmas terdekat. Namun, permintaan kedua anak buahnya tersebut ditolak.
Koptu Ahmad Sholeh dan Kopda Andreas Dwi Atmoko mengaku tidak ingin terlibat dalam masalah. Namun, lagi-lagi Kolonel Priyanto menepisnya, dan untuk meredam penolakan dari anak buahnya itu, Kolonel Priyanto lalu mengaku kepada Kopda Andreas dan Koptu Sholeh bahwa dirinya pernah mengebom rumah milik seseorang tanpa ketahuan.
Setelah dimarahi, barulah Koptu Ahmad Sholeh dan Kopda Andreas Dwi Atmoko menurut dan membantu Kolonel Priyanto membuang tubuh Handi dan Salsabila ke Sungai Serayu. Atas perbuatannya itulah, Oditurat Militer Tinggi II Jakarta akhirnya mendakwa Kolonel Inf Priyanto bersalah dalam peristiwa tersebut.
Dengan demikian, Kolonel Wirdel Boy menyebutkan bahwa Kolonel Priyanto merupakan dalang pembunuhan kedua remaja tersebut. Sekarang terjawab sudah siapa Kolonel Priyanto.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
-
Kopda Andreas dan Koptu Ahmad Saleh Sarankan Bawa Korban ke Puskesmas, Kolonel Priyanto Menolak
-
Update Kasus Pembunuhan Dua Remaja di Nagreg: Anak Buah Sebut Kolonel Priyanto Ingin Buang Korban ke Sungai
-
Kolonel Priyanto yang Tabrak Sejoli di Nagreg Didakwa dengan Pasal Berlapis, Hukuman Maksimal Mati
Terpopuler
- Banyak Kota Ketakutan Sampah Meluap, Mengapa Kota Tangerang Justru Optimis TPA-nya Aman?
- Apa Perbedaan Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki? Ini 6 Rekomendasi Terbaiknya
- 7 Promo Sepatu Reebok di Sports Station: Turun Sampai 70% Mulai Rp200 Ribuan
- 7 Lem Sepatu Kuat dan Tahan Air di Indomaret Murah, Cocok untuk Semua Jenis Bahan
- 5 Pilihan HP Murah dan Awet Dipakai Lama, Harganya Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
4 Rekomendasi HP Murah RAM 8 GB Baterai Jumbo, Aman untuk Gaming dan Multitasking
-
4 HP Murah Layar AMOLED RAM 8 GB Terbaik, Visual Mewah Lancar Multitasking
-
7 HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025, Daily Driver Andalan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
Terkini
-
Diserbu Pengunjung Libur Tahun Baru, Tiket Teater Bintang Planetarium Jakarta Ludes
-
Diduga Mabuk, Pengemudi Brio Tabrak Separator Busway Hingga Mobilnya Terbakar
-
Pulihkan Akses Pasca Banjir Bandang, Polisi Bangun Jembatan Darurat di Padang Pariaman
-
Berkat Laporan Warga, Polisi Ringkus Dua Pencopet di CFD Bundaran HI
-
Dipanggil Prabowo Awal Tahun, Dasco Dapat Tugas Khusus
-
Awal Tahun Langsung Gas! Prabowo Panggil Dasco ke Rumah Dinas, Bahas Ini
-
Polisi Periksa 10 Saksi Terkait Kematian Misterius Satu Keluarga di Warakas
-
Waspada Superflu H3N2, Dinkes DKI Imbau Warga Terapkan PHBS
-
AS Serang Venezuela, 40 Orang Tewas dan Presiden Maduro Ditangkap
-
Gempa Dangkal Guncang Bener Meriah Aceh, BMKG Imbau Warga Tetap Tenang