Suara.com - Sebuah video yang memperlihatkan mobil ambulance membawa pasien seorang wanita hendak bersalin telah menjadi viral di media sosial.
Pasalnya, ambulance yang membawa pasien itu mengalami kejadian tidak terduga dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Menurut informasi, peristiwa tersebut terjadi di Tangerang. Tiba-tiba ada mobil Mercy berwarna putih yang berpindah jalur tanpa menyalakan tanda.
"Kejadian ini di Tangerang, ambulance membawa pasien bersalin, mobil tersebut mengikuti ambulance sampai ke RS, ke dua belah pihak sama-sama sudah melaporkan kejadian ini ke polisi," tulis keterangan akun Instagram @underc0ver.id dikutip Suara.com, Kamis (17/3/2022).
Dalam video yang diambil dari dashboard mobil ambulance, terdapat satu mobil yang berada di depan ambulance ini.
Ambulance terus membunyikan sirine lantaran harus terburu-buru membawa pasien ke rumah sakit.
Mobil Mercedez Benz berwarna putih itu terus berada di depan ambulance ini.
Sampai pada akhirnya, sopir ambulance mencoba untuk berpindah jalur agar bisa mendapatkan jalan.
Namun, saat ambulance berpindah jalur dan mencoba menyalip, mobil putih itu justru pindah jalur secara bersamaan sehingga terjadi gesekan antara ambulance dan Mercy.
Baca Juga: Tak Dapat Obat Penyubur Bayi Tabung, Pasien Perempuan Bakar Rumah Sakit
Sopir ambulance sontak membunyikan klakson panjang saat mobil Mercy tiba-tiba berpindah jalur.
Mobil Mercy yang berada di depan ambulance itu ternyata mengikuti ke rumah sakit.
Tampaknya, ia ingin meminta pertanggung jawaban gara-gara mobilnya kena gesekan. Ia lalu turun menghampiri sopir ambulance.
Menurut kedua belah pihak telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tangerang.
"Pihak Puskesmas sudah buat laporan di Polres Kota Tangerang, setelah dikroscek ke Polres Tangerang Kota ternyata pihak Mercy juga membuat laporan," tulis seseorang dalam tangkapan layar percakapan.
Video yang menjadi bukti ini juga telah diproses ke Dinkes dan Polda Banten.
Sontak, kejadian ini lantas menuai beragam tanggapan warganet.
Berita Terkait
-
Tak Dapat Obat Penyubur Bayi Tabung, Pasien Perempuan Bakar Rumah Sakit
-
Viral, Tinder Swindler Versi Indonesia yang Gasak Jutaan Rupiah Digerebek, Netizen: Kok Bisa Ketipu Sama Orang Jelek
-
Salut! Diduga Habis Kecelakaan, Dimas Pratama Tetap Ikut Lomba MTQ di Samarinda Walau Dalam Perawatan di Ambulance
-
Langka! Viral Bocah Penjual Siomay Tirukan Suara Ambulance, 'Kayak Abis Nelen Klakson'
-
Salut, Sopir Ambulance Gendong Pasien Gara-Gara Jalan Rusak
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional