Suara.com - Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis menyarankan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman mundur dari jabatannya setelah menikah dengan adik Presiden Joko Widodo, Idayati. Sebab, jika tetap menjadi Ketua MK akan menimbulkan konflik kepentingan/conflict of interest dalam persidangan.
"Mari kita mengajak pak Anwar sebagai orang besar, orang yang memiliki kelas, orang yang arif, orang yang bijak, yang santun bergulat dengan keadilan dan kearifan. Berharap agar semua itu membawa beliau sampai pada titik there are no choice jabatan itu," kata Margarito saat dihubungi Suara.com, Selasa (22/3/2022).
"Karena sekali lagi, saya tidak dapat membayangkan beliau memiliki kemampuan untuk obyektif dan adil dalam mengambil keputusan," sambungnya.
Menurut Margarito, suka atau tidak suka, Anwar Usman tak dapat mengingkari bahwa nantinya ia menjadi ipar Jokowi. Sementara MK bertugas untuk mengadili Undang-undang yang merupakan produk kebijakan Presiden dan DPR.
"Beliau tak dapat mengingkari suatu hari nanti bahwa beliau adalah ipar presiden dan presiden itu kerjanya adalah membuat Undang-undang dan itulah yang beliau adili dari hari ke hari, itulah yang akan hilang dari beliau," ujar dia.
Menurut dia, sulit bagi Anwar untuk tidak memiliki komplikasi kepentingan, sebab ia ipar Presiden.
"Mau disangkal seperti apapun itulah kenyataan yang tidak mungkin beliau, tidak ada cara yang beliau dapat ambil untuk mengisolasi kenyataan itu," tutur dia.
Sehingga Margarito mengharapkan Anwar Usman segera meninggalkan jabatan sebagai Ketua MK dan hakim konstitusi demi menjaga kehormatannya. "Justru meninggalkan jabatan itu membuat kehormatannya semakin kemilau," katanya.
Sebelumnya dikabarkan, adik Presiden Jokowi, Idayati bakal menikah dengan Ketua MK Anwar Usman pada Mei mendatang.
Baca Juga: Soal Isu Dinasti Politik Jelang Pernikahan Ketua MK dan Adik Jokowi, Gibran: Tidak Usah Ditanggapi!
Kantor Urusan Agama (KUA) Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah mengaku sudah menerima informasi terkait rencana pernikahan adik Presiden Jokowi, Idayati dan Ketua MK Anwar Usman.
Kepala KUA Banjarsari Arba'in Basyar mengatakan, sudah ada utusan keluarga yang menyampaikan rencana pernikahan tersebut.
"Menyampaikan kalau insyaallah keluarga presiden akan melakukan pernikahan pada tanggal 26 Mei, hanya itu," kata Arba'in, Senin (21/3).
Berita Terkait
-
Soal Isu Dinasti Politik Jelang Pernikahan Ketua MK dan Adik Jokowi, Gibran: Tidak Usah Ditanggapi!
-
Giliran Refly Harun Sarankan Ketua MK Anwar Usman Mundur karena Mau Nikah dengan Adik Jokowi: Etika Hakim
-
Ketua MK Anwar Usman Bakal Menikahi Adik Jokowi, Nicho Silalahi Khawatir Gugatan PT Nol Persen Kandas
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar
-
Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan
-
Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat
-
Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare
-
Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora
-
3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?
-
Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!
-
Borok Baru Fadia Arafiq, KPK Usut Dugaan Korupsi Jatah Makan Pasien RS Pekalongan
-
Rugikan Negara Rp2,1 Triliun, Eks Direktur SMP Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Kritik Rencana Sertifikasi Aktivis HAM, Legislator PKB: Perlindungan Tak Boleh Bergantung Negara