- Pasukan Israel menewaskan empat anggota keluarga Palestina dalam penembakan mobil di desa Tammun, Tepi Barat.
- Dua anak selamat dari insiden itu, namun militer Israel mengklaim respons tembakan karena ancaman dari kendaraan.
- Insiden ini terjadi bersamaan dengan serangan udara Israel di Jalur Gaza yang menewaskan sedikitnya 13 warga Palestina.
Suara.com - Pasukan Israel menewaskan satu keluarga Palestina yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak kecil dalam insiden penembakan di desa Tammun, Tepi Barat.
Otoritas kesehatan Palestina menyebut seluruh korban tewas akibat tembakan di kepala saat mereka berada di dalam mobil bersama anggota keluarga lain.
Korban diidentifikasi sebagai Ali Khaled Bani Odeh (37), istrinya Waad (35), serta dua anak mereka, Mohammad (7) dan Othman (5).
Dua anak lainnya selamat namun mengalami luka akibat pecahan peluru dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
Salah satu anak yang selamat mengatakan mobil keluarga mereka ditembaki tanpa peringatan.
Korban mengaku mendengar ibunya menangis dan ayahnya berdoa sebelum suara tembakan terus menghantam kendaraan hingga semuanya terdiam.
Menurut kesaksian korban, setelah mereka dikeluarkan dari mobil, tentara Israel disebut meneriakkan kata-kata kasar dan memukul anak-anak yang masih hidup.
Pernyataan tersebut memicu kecaman dari pihak Palestina yang menilai insiden ini sebagai bagian dari kekerasan sistematis terhadap warga sipil.
Militer Israel menyatakan penembakan terjadi saat operasi penangkapan terhadap pihak yang diduga terlibat aktivitas teror.
Baca Juga: 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Dalam keterangan resmi, tentara mengklaim kendaraan korban melaju ke arah pasukan sehingga dianggap sebagai ancaman, lalu dibalas dengan tembakan. Kasus tersebut disebut masih dalam penyelidikan.
Kementerian Luar Negeri Palestina mengecam keras kejadian itu dan menyebut pembunuhan tersebut bukan peristiwa tunggal, melainkan bagian dari agresi yang terus berlangsung di wilayah pendudukan.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya kekerasan di Tepi Barat sejak konflik regional kembali memanas.
Laporan kelompok medis dan aktivis HAM menyebut pembatasan militer dan blokade jalan sering menghambat ambulans mencapai korban dengan cepat.
Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangan militer maupun aksi pemukim di wilayah tersebut.
Sementara itu, serangan udara Israel kembali mengguncang Jalur Gaza dan menewaskan sedikitnya 13 warga Palestina, termasuk dua anak-anak, seorang wanita hamil, serta sembilan anggota polisi.
Berita Terkait
-
5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
-
Fakta Rudal Sejjil, Senjata Rahasia Iran yang Pertama Kali Diluncurkan ke Israel
-
Iran Pertama Kali Tembakkan Rudal Sejjil, Pusat Komando Udara Israel Jadi Target Utama
-
Coffeegate! Deretan Kejanggalan Video Terbaru Benjamin Netanyahu Sereput Kopi Diduga AI
-
Netanyahu Sudah Tewas? Video Terbaru Memperkuat Penggunaan AI: Ada Keanehan di Isi Kopi
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan
-
Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia
-
Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi
-
Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir
-
Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan
-
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda
-
Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi
-
Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan