Suara.com - Bagi orang tua di Australia yang dua-dua bekerja, seperti pasangan Jamie Burgess dan Nic Dowmengasuh ketiga anaknya sangatlah sulit.
Oleh karenanya pasangan yang tinggal di Baralaba, sebuah kota kecil di Queensland tengah,memutuskan untuk mempekerjakan pengasuh anak yang bekerja di rumah.
"Situasikami berubah, tiba-tiba kami perlu seseorang untuk menjaga anak-anak," kata Nic.
"Kami tidak bisa menemukan babysitter atau pengasuh anak-anakdan kami sudah berusaha mencari beberapa lama."
Mereka memutuskan untuk mencari pengasuh, baik laki-laki atau perempuan, dari mana saja di luar Australia.
"
"Kami mengatakan senang dengan siapa saja, seseorang yang baik dalam mengasuh anak-anak," kata Nic.
"'Au pair' banyak dibutuhkan
Menurut yayasan yang mendatangkan para pengasuh bayi dan anak-anakke Australia, ada permintaan besarkarena orang tua di Australia semakin sibuk dengan pekerjaan mereka.
Walau perbatasan internasional ke Australia sudah dibuka sejak awal tahun 2022, tapidaftar tunggu kedatangan 'au pair' ini semakin panjang dan banyak keluarga harus menunggu selama berbulan-bulan.
Baca Juga: Agar Ayah Terlibat dalam Mengasuh Anak, Lakukan 5 Hal Sederhana Ini
Kebanyakan 'au pair' memangberasal dari Eropa, karena yang dibutuhkan adalah mereka yang bisa berbahasa Inggris.
Menurut beberapa yayasan pengasuh bayi dan anak-anak, perang di Ukraina memberi dampak besar karena banyak yang khawatir jikaharus terbang jauh untuk mencapai Australia.
Salah seorang pengasuh bayi yang sudah tiba di Australia adalah Chris Martin 25 tahun asal Jerman.
Beberapa pekansetelah Jamiedan Nic mengajukan permintaan untuk mendapatkan 'au pair', Chris kemudian bergabung.
Menurut Chris ini adalah saat yang tepat untuk bisa ke Australia.
"
"Ini adalah seperti sebuah petualangan bagi saya," katanya.
Berita Terkait
-
Rupiah di Level Kritis Rp17.300, Pakar Sarankan Ini Buat Pemerintahan Prabowo
-
7 Day Cream Wardah yang Ampuh Cegah Kulit Keriput dan Flek Hitam
-
Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina
-
Wall Street Ditutup Merah Setelah Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi
-
Rumor iPhone 18, Layar Diduga Turun Kualitas, Pakai Teknologi Lama Samsung?
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
Terkini
-
Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina
-
PKB: Usul KPK Soal Capres-Cawapres Wajib Kader Partai 'Pikiran Menarik'
-
Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon
-
Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa
-
Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina
-
Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo
-
Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro
-
Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
-
Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?
-
263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!