Belum jelas kapan perjanjian keamanan ini akan dirampungkan, ditandatangani, atau mulai berlaku.
Kecewa dengan Australia Pemimpin oposisi Kepulauan Solomon Matthew Wale mengatakan dalam wawancaranya dengan televisi Australia ABC bahwa dirinya kecewa terhadap Australia karena tidak bertindak untuk menghentikan kesepakatan tersebut, setelah dia memperingatkan Komisaris Tinggi Australia untuk Kepulauan Solomon Lachlan Strahan.
Strahan pada Senin (28/03) lewat Twitternya menanggapi dengan mengatakan: "Australia telah meningkatkan kekhawatiran dengan (Kepulauan Solomon) tentang rencana kerja sama keamanan Kepulauan Solomon-Cina secara teratur dan dengan hormat.
"Keluarga Pasifik" adalah tempat terbaik untuk menyediakan bantuan keamanan ke Kepulauan Solomon.
Lebih lanjut, Washington juga telah menyatakan kekhawatiran tentang Cina yang membangun kerja sama militer.
Atas dasar inilah Amerika Serikat (AS) kembali membuka kedutaan besarnya di Honiara, ibu kota Kepulan Solomon.
Kepulaun Solomon, negara dengan penduduk sekitar 700 ribu jiwa yang berlokasi 2.000 kilometer di timur laut Australia ini mengalihkan haluan diplomatiknya dari Taiwan ke Beijing pada tahun 2019 lalu. Hal tersebut mengisyaratkan pengaruh Cina yang tumbuh di Pasifik. rap/hp (AP, Reuters)
Berita Terkait
-
Selebgram Desi Ria Makdalena Ngamuk Sebut Ibu Najis, Putus Hubungan di Depan Keluarga
-
5 Rekomendasi Mobil Listrik Mungil Paling Irit dan Ringan Pajak di 2026
-
Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
-
Purbaya Punya Wacana Pasang Tarif di Selat Malaka, Picu Perdebatan Netizen Malaysia
-
Garuda Indonesia (GIAA) Rugi Rp 803 Miliar di Kuartal 1 2026
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Vietnam dan Korea Selatan Sepakati Belasan Kerja Sama, Fokus Teknologi hingga Energi Nuklir
-
Aktivis Palestina Alami Luka Serius Akibat Taser Polisi dan Palu Saat Gerebek Pabrik Senjata
-
China Desak Kamboja Berantas Tuntas Scam Center, Wang Yi: Harus Dihapus Sepenuhnya
-
Gedung Putih Mencari Benang Merah di Balik Kematian Jenderal dan Ilmuwan Nuklir AS William McCasland
-
Cerita di Balik Penggusuran 36 Bangunan Rumah di Cibubur
-
Guru dari Aceh hingga Papua Pasang Badan untuk Nadiem, Bongkar Fakta Chromebook
-
Thailand Siapkan Mega Proyek Rp4000 Triliun, Bikin Jembatan Darat Saingi Selat Malaka
-
Alarm KPAI: Anak Indonesia Kebanyakan Minum Manis, Ancaman Diabetes Bayangi Generasi 2045
-
Kebiadaban Israel Berlanjut: Bikin Cacat Warga Palestina, Kini Halangi Prostesis Masuk Gaza
-
Tanggapi Usul KPK Soal Capres Harus Kaderisasi Partai, Ganjar: Tidak Mudah Diterapkan