Suara.com - Polsek Tebet telah menetapkan pria berinsial YH yang dihakimi massa akibat mencuri sepeda motor di kawasan Bukit Duri sebagai tersangka. Pria tersebut terpegok dan sempat dihakimi massa pada Senin (28/3/2022) kemarin sore.
Dari keterangan Ketua RT. 11 RW. 12 Bukit Diri, Yopie Jacob, pelaku dalam keadaan mabuk. Bahkan, saat melarikan diri, pelaku sempat menabrak warga sekitar.
Yopie mengatakan, pencurian sepeda motor yang menyasar warga bernama Inne Rufaidah terjadi di wilayah RT. 12 RW. 12. Hanya saja, pelaku tertangkap warga di wilayah RT. 11. RW. 12.
"Jadi dia kabur lewati banyak korban anak kecil anaknya ustaz ketabrak. Dia dalam keadaan mabuk, mulutnya bau naga," kata Yopie saat dikonfirmasi, Selasa (29/3/2022).
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Tebet, AKP Agus Herwahyu Adi belum bisa memastikan kalau pelaku dalam kondisi mabuk. Sebab, ketika sampai di Mapolsek Tebet, pelaku sudah dalam keadaan babak belur akibat dikeroyok warga.
"Kondisi pas ketemu saya sudah memar. Belum bisa dipastikan mabuk. Soalnya ketika sampai di Polsek,mukanya penuh darah," kata dia.
Buru Satu Pelaku Lain
Dalam melancarkan aksinya YH tidak seorang diri. Dia bersama satu pelaku lain menggondol sepeda motor di Jalan Bukit Duri Tanjakan, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (28/3/2022) kemarin sore.
AKP Agus mengatakan, pihaknya telah menetapkan YH sebagai tersangka. Sedangkan, satu pelaku lain masih dalam proses pengejaran.
Baca Juga: Komplotan Maling Motor Gentayangan Jelang Ramadan, Dua di Antaranya Dibekuk Polisi Sidoarjo
Berita Terkait
-
Satu Orang Sudah Tersangka, Polisi Buru Satu Komplotan Pencuri Sepeda Motor Receh di Bukit Duri
-
Maling Motor di Desa Kapur Ditangkap Polisi, Ngaku Uangnya Dipakai Foya-foya dan Beli Sabu
-
Komplotan Maling Motor Gentayangan Jelang Ramadan, Dua di Antaranya Dibekuk Polisi Sidoarjo
-
Kacau! Umurnya Baru 23 Tahun, Pemuda Bali Ini Curi 21 Motor Lalu Dijual, Duitnya Buat Main Judi Online
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan