Suara.com - Kota Shanghai mengeluarkan perintah agar 26 juta warganya melakukan dua tes COVID-19 di tengah ketidakpuasan warga terhadap cara pihak berwenang menangani peningkatan kasus di kota kedua terbesar di China tersebut.
Warga harus melakukan tes antigen sendiri di rumah dan melaporkan hasil positifnya, kata pejabat kota Shanghai dalam jumpa pers dengan tes akan dilakukan di sana hari Senin.
"Tugas utama adalah menghilangkan titik-titik risiko penularan dan memutus rantai penyebab sehingga kita bisa menghentikan penyebaran epidemi secepat mungkin," kata Wu Qianyu seorang inspektur di Komisi Kesehatan Kota Shanghai.
Pihak berwenang mengatakan tidak akan menutup seluruh kota tersebut, yang merupakan pusat keuangan utama di China, namun mereka mengakui sejauh ini gagal mengendalikan penyebaran kasus COVID.
Hampir seluruh kota Shanghai saat ini menjalani 'lockdown' setelah pihak berwenang melarang pergerakan warga di distrik sebelah timur pekan lalu dan menutup bagian kota lainnya beberapa hari kemudian.
Dalam kunjungannya ke Shanghai, Wakil Perdana Menteri China, Sun Chunlan mengatakan kota Shanghai "harus membuat langkah tegas dan cepat" untuk mengendalikan pandemi.
Anak-anak butuh pengasuh sementara
Hampir semua warga Shanghai tidak diizinkan keluar dari rumah di akhir pekan dan para orang tua mengatakan mereka khawatir terpisah dari anak-anak jika tes COVID menunjukkan hasil positif.
Hari Minggu, Shanghai melaporkan adanya 7.788 kasus harian tanpa gejala, naik dari 6.501 dari hari sebelumnya. Sementara kasus bergejala naik dari 260 menjadi 438.
Kasus di Shanghai menjadi kasus terbesar di China yang secara keseluruhan mencatat 11.781 kasus tanpa gejala dan sepertiga dari 1.506 kasus bergejala secara keseluruhan hingga hari Minggu kemarin.
Baca Juga: Shanghai Perketat Lockdown Akibat COVID-19 yang Kembali Meluas, Warga Marah
Ini adalah kasus tertinggi secara nasional di China sejak awal pandemi dimulai di bulan Februari 2020.
Menurut data resmi, kebanyakan kasus di Shanghai tidak menunjukkan gejala apa pun namun kebijakan yang dianut China membuat pihak berwenang harus melakukan tes, menghubungi dan melakukan karantina terhadap semua kasus positif.
Kebijakan testing membuat banyak keluarga cemas karena kemungkinan mereka harus terpisah dari anak-anak.
"
"Bayi perempuan saya belum lagi berusia empat bulan, dan kalau dia positif, dia harus menjalani karantina sendirian," kata seorang warga di kawasan yang padat penduduk Puxi di sebelah barat sungai Huangpu.
"
Berita Terkait
-
Sering Jadi Lapangan Bola, KAI Tegaskan Lahan di Sisi Rel Bukan Ruang Publik
-
Timnas Indonesia Gilas Timor Leste: Aksi Mitchell 'Haaland' Baker Tutup Pesta Gol Garuda
-
Kasus DBD pada Anak Masih Tinggi, Sekolah Dinilai Jadi Kunci Pencegahan
-
Mal Ramai Pasang Pagar Tinggi, Polda Metro Jaya Ungkap Situasi Jelang Agustus
-
Taruna Akpol Asal Papua Meninggal Jelang Latihan Integrasi, Ditemukan Luka Sebelum Tewas
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Tak Sekadar Olahraga, Tren Komunitas Jadi Cara Baru Masyarakat Indonesia Jalani Hidup Sehat
-
Kepala BGN Buka Suara Terkait Putusan MK, MBG Tetap Jalan Sesuai Rencana
-
Pergantian Jitu John Herdman, Bawa Timnas Indonesia Tembus Tembok Timor Leste
-
The Great Escape, Buku Bergambar tentang Keajaiban dan Kekacauan Saudara
-
Penerapan B50 Dinilai Perlu Diiringi Reformasi Tata Kelola Biodiesel
-
Suami Dilaporkan Kasus Perzinaan, Cut Keke Beri Respons Mengejutkan: Banyak Fitnahnya!
-
Batal ke Papua, Pegawai BGN yang Viral Main HP Saat Zoom Dimutasi ke Sulsel
-
Minat Investasi Turun, Harga Acuan Emas Merosot
-
Golkar Sumsel Bersiap Gelar Musda, Mampukah Partai Kembalikan Kekuatan Politiknya?
-
Rekor Tiga Kali Selundupkan Sabu dan Ekstasi ke Jakarta, Bareskrim Buru Jaringan Pilot Malaysia