Suara.com - Kenaikan harga bahan pokok termasuk minyak goreng menjadi salah satu sorotan dalam demo BEM SI meski tak masuk dalam empat tuntutan utama.
Dalam hal ini, seorang peserta aksi mengobrol dengan pihak polisi yang mengamankan aksi menganai isu hangat di tanah air, yakni kenaikan bahan pokok.
Mengamini bahwa sama merasa terpengaruhnya dengan kenaikan harga, sang polisi bahkan menyatakan bahwa yang disuarakan mahasiswa juga menjadi suara hatinya.
"Pak tapi ini keluarga, (apakah) ada permasalahan diskusi terkait kenaikan harga minyak?" tanya seorang peserta aksi pada polisi dalam video yang diunggah akun Twitter @watchdoc_ID.
Mulanya polisi tersebut tak mau berkomentar dengan pertanyaan tersebut. Namun ia kemudian mejawab bahwa keluarganya juga terdampak dengan kenaikan minyak.
"Mungkin ada (permasalahan), tapi tidak banyak lah," jawab polisi tersebut.
Saat ditanya, apakah ia juga merasakan imbas dari kenaikan minyak. Polisi menjawab bahwa sangat berdampak baginya dan keluarga.
"Ya sangat lah, sebenarnya yang dikeluhkan Anda-Anda ini kan ya istilahnya perwakilan dari hari nurani saya juga," ungkap polisi yang sudah mengenakan atribut lengkap itu.
"Mana ada sih istilahnya ada kenaikan diam saja enggak, tapi kita mau gimana? malawan juga tidak bisa. Kita patuh taat," tambahnya lagi.
Lebih lanjut saat disentil soal kemungkinan ada intervensi, polisi tersebut menegaskan bahwa tidak ada intervensi di ranah Polri.
"Secara garis besarnya kita enggak ada intervensi. Kalau Polri itu enggak ada," ungkap polisi tersebut.
"Mungkin yang punya kepentingan-kepentingan lain lah, kamu-kaum atas sana ya kan," imbuhnya.
Video tersebut tentu mendapatkan berbagai respons dari warganet.
"Ini keren komunikasi dua arah ini yang seharusnya dibangun bangsa ini," komentar warganet.
"Pada akhirnya emang yang dibenturkan rakyat versus rakyat," imbuh warganet lain.
"Si bapak awalnya berniat cari aman dg jawab formatif. Tapi hati nuraninya mengambil alih cepat," tulis warganet di kolom komentar.
"Adil itu dirasakan, bukan didengarkan, atau bahkan dijanjikan," timpal lainnya.
"Nah ini baru mantap, pak polisi juga ngeluhkan harga pada naik," balas warganet lain.
Saat berita ini dibuat, video tersebut telah ditonton lebih dari 73 ribu kali dan bisa disaksikan di sini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Jangan Jadi Korban! Satgas Pangan Temukan Susu Kedaluwarsa dan Mie Boraks di Jawa Barat
-
Model Baru MBG Lansia: Dimasak di SPPG, Diantar Pokmas dan Pendamping Sosial
-
Wajah Baru Pasar Palmerah: Trotoar Akan Diperbaiki, Pedagang Tak Boleh Berjualan di Bahu Jalan
-
Singgung Tanggung Jawab Lembaga, Peneliti BRIN Minta Polri Setop Pakai Istilah Oknum
-
Aktivis Soroti Respons Istana ke Kritik BEM UGM: Harusnya Dialog, Bukan Serang Balik
-
Gugatan Larangan Anak Presiden Maju Pilpres Masuk MK, PDIP: Lemah, Tapi KKN Sekarang Memang Gila
-
Viral Trotoar Tebet Barat Berubah Jadi Pangkalan Truk Tinja, Terjadi Pembiaran Parkir Liar?
-
Momen Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan Menangis Jelang Vonis Perkara Tata Kelola Minyak
-
Tangis Ibunda Radit di DPR: Mahasiswa IPK 4,0 Jadi Terdakwa Pembunuhan di Pantai Nipah
-
Periksa Saksi dari Dinas PUPR, KPK Dalami Aliran Fee Proyek 4-10 Persen ke Wali Kota Madiun Maidi