Suara.com - Setiap kegiatan yang dilakukan seorang muslim pasti ada niat dan doa khususnya, termasuk berpuasa bulan Ramadhan 2022 sekarang. Jika ada niat puasa maka ada pula doa berbuka puasa.
Kali ini Suara.com akan membahas beberapa bacaan doa berbuka puasa di bulan Ramadhan. Selain itu, Anda juga perlu tahu sikap berbuka puasa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Bacaan Doa Berbuka Puasa Ramadhan
Umumnya, doa berbuka puasa yang dibaca adalah berawalan "Allaahumma lakasumtu". Ternyata, bacaan doa berbuka puasa tidak hanya satu versi itu saja.
Berikut ini beberapa versi bacaan doa berbuka puasa Ramadhan yang dapat Anda ucapkan.
1. Bacaan latin doa berbuka puasa menurut hadist riwayat Abu Daud nomor 2357 dan artinya
"Allaahumma lakasumtu wabika amantu wa'aa rizkika aftortu birohmatika yaa arhamarra himiin"
Artinya : "Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa) dengan rahmat-Mu Ya Allah Tuhan Maha Pengasih"
Beberapa ulama berpendapat bahwa bacaan doa berbuka puasa yang pertama ini dinilai berasal dari hadist daif. Namun doa tersebut tetap dapat digunakan dan banyak muslim yang mengucapkannya.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Pekanbaru, Kuansing dan Sekitarnya Kamis 14 April 2022
2. Bacaan latin doa berbuka puasa menurut hadist riwayat Abu Daud nomor 2358 dan artinya
"Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah"
Artinya: "Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah (jika Allah menghendaki)."
Bacaan doa berbuka puasa yang kedua ini lebih sahih dan tidak ada yang diperselisihkan. Tapi, Nabi Muhammad SAW juga pernah membaca doa berbuka puasa Ramadhan dengan versi lainnya.
3. Bacaan latin doa berbuka puasa Rasulullah dan artinya
"Allahumma laka shumna wa ala rizqika aftharna, Allahumma taqabbal minna innaka antas samiul ‘alim"
Artinya: "Ya Allah , untuk-Mu kami berpuasa, atas rezeki-Mu kami berbuka, maka terimalah (puasa) kami. Sesungguhnya, Engkau zat Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui."
Perlu diperhatikan, waktu membaca doa berbuka puasa yang paling tepat adalah ketika setelah makan. Jadi, sesaat setelah seseorang membatalkan puasanya dengan makan atau minum, barulah membaca doa berbuka puasa.
Anjuran ini sebagaimana dijelaskan dalam kitab Hasyiyah I’anah at-Thalibin.
“Maksud dari (membaca doa berbuka puasa) “setelah berbuka” adalah selesainya berbuka puasa, bukan (dibaca) sebelumnya dan bukan saat berbuka,” (Syekh Abu Bakar Muhammad Syatha, Hasyiyah I’anah at-Thalibin, juz 2, hal. 279).
Sikap Berbuka Puasa Menurut Rasulullah
Nabi Muhammad SAW ketika berbuka puasa selalu memakan kurma muda sebelum melaksanakan sholat dan meminum air.
Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam hadist, dari Anas RA berkata bahwa "Rasulullah SAW berbuka dengan ruthab (kurma muda) sebelum shalat. Bila tidak ada maka dengan kurma. Bila tidak ada maka dengan minum air." (HR Abu Daud, Hakim dan Tirmidzi)
Selain itu, ada sikap berbuka puasa yang dianjurkan Rasulullah dan perlu kita tiru.
1. Perbanyak doa menjelang berbuka puasa
Sikap buka puasa yang sering dilupakan adalah memperbanyak doa hingga waktu berbuka tiba. Saat menanti buka puasa adalah salah satu waktu mujarab dikabulkannya doa.
Menurut hadits Al-Baihaqi menyebutkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu ’anhu dia berkata, Nabi SAW bersabda, “Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak yakni doa orang tua kepada anaknya, doa orang yang berpuasa ketika berbuka, dan doa orang yang sedang safar (musafir)."
2. Tidak makan berlebihan saat berbuka puasa
Banyak orang yang langsung makan sangat banyak ketika berbuka puasa. Alasannya karena menahan lapar seharian.
Namun hal ini tidak dibenarkan. Sebaliknya makan berlebihan saat berbuka puasa justru dapat menghilangkan keutamaan puasa.
Hadis riwayat Tirmidzi menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda tidaklah Ibnu Adam memenuhi suatu wadah yang lebih buruk daripada perutnya.
Itulah sikap berbuka puasa menurut Rasulullah yang perlu kita ikuti. Lalu apakah kalian sudah hafal semua doa berbuka puasa di atas?
Berita Terkait
-
Jadwal Buka Puasa Pekanbaru, Kuansing dan Sekitarnya Kamis 14 April 2022
-
Jadwal Buka Puasa Kota Metro Kamis 14 April 2022
-
Jadwal Buka Puasa dan Salat Lengkap Wilayah Cikampek, Karawang dan Sekitarnya, Kamis 14 April 2022
-
Jadwal Buka Puasa dan Salat Lengkap Wilayah Kota Bekasi dan Sekitarnya, Kamis 14 April 2022
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Anggota Komisi VI Kaget Tahu Impor Mobil India dari Media: Semestinya Dibahas Dulu di DPR
-
Bye-bye Tiang Monorel! Rasuna Said Bakal Punya Trotoar Estetis dan Jalur Sepeda Modern
-
Jateng Ribut Pajak Kendaraan Naik, Jabar Adem Ayem: Dedi Mulyadi Justru Turunkan Tarif
-
Bawa Reserse dan Labfor, Kapolda Riau Cek Lokasi Penemuan Anak Gajah Mati di Tesso Nilo
-
Dari Konten Fungsi Helm ke Teror Digital: Mengapa Petugas Damkar Depok Diincar dan Diintimidasi?
-
Tok! Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan Divonis 9 Tahun Penjara Kasus Korupsi Minyak
-
Menkeu Purbaya Dapat Gift Paus Saat Live TikTok, KPK: Kalau Ragu Lapor, Ingat Jenderal Hoegeng
-
Kekerasan Terus Berulang, Peneliti BRIN Minta Berhenti Gunakan Kata Oknum untuk Polisi Bermasalah
-
Viral "Cukup Aku WNI", Dirjen AHU: Orang Tua Tak Bisa Sepihak Ganti Status Kewarganegaraan Anak
-
Dari Perca Batik ke Ikon Ramadan: Kisah Peci Jogokariyan Tembus Pasar Mancanegara