Suara.com - Tingginya anggaran untuk gelaran Pemilu 2024 yang mencapai lebih dari Rp110 triliun mendapat kritik dari sejumlah pihak. Salah satunya dari kalangan petani yang menilai anggaran tersebut fantastis.
Sorotan tersebut datang dari kelompok petani di Desa Butuh Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali yang menyatakan tidak terima dengan kebijakan tersebut.
“Saat harga wortel dan tomat anjlok negara kemana? Itu sampai dibagi-bagi ke orang, dibuang-dibuang saking kesalnya,” kata perwakilan petani Suroto seperti dikutip Wartaekonomi.co.id-jaringan Suara.com pada Minggu (17/4/2022).
Mereka tidak terima, lantaran sikap pemerintah yang seolah lebih sigap membiayai pemilu ketimbang membantu nasib petani. Suroto mengemukakan, petani merugi hingga jutaan rupiah karena harga wortel dan tomat beberapa waktu lalu hanya Rp1.000 per kilogram.
Padahal, dalam kondisi normal harga wortel berada di kisaran Rp3.000 hingga Rp5.000 per kilogram dan harga tomat Rp5.000 sampai Rp6.000 per kilogram.
“Keadaan begini terus terang kami sangat berharap bantuan, kami ndak mikir apa itu pemilu,” tuturnya.
Lebih lanjut, mereka menegaskan tidak peduli kapan pemilu dilaksanakan, karena petani lebih memikirkan kebutuhan pokok sehari-hari daripada kontestasi politik lima tahunan tersebut.
“Rakyat sedang susah kok (uang negara) malah dihamburkan buat pemilu,” tegas Suroto.
Senada dengan Suroto, Ratimah mengemukakan, pemilu bukan kebutuhan mendesak yang perlu dikedepankan pemerintah.
Baca Juga: Pemerintah Diminta Tidak Setengah Hati Siapkan Anggaran Pemilu 2024, Walau Efisiensi Perlu
Namun yang dibutuhkan, menurutnya, pemulihan ekonomi serta pengendalian harga pangan dan BBM yang mesti dijadikan perhatian utama.
“Kesannya tega gitu lho, hasil panen dibiarin murah giliran pemilu dibuat mahal,” ujarnya.
Lantaran itu, ia berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap persoalan yang dihadapi petani. Bahkan, ia meminta anggaran pemilu yang terlampau fantantis sebisa mungkin dipangkas serta dialihkan untuk membantu warga dari kesulitan ekonomi.
"Dahulukanlah ekonomi warga,” katanya.
Untuk diketahui, anggaran yang akan dialokasikan untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rp76,6 triliun dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Rp33,8 triliun untuk gelaran Pemilu 2024.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Ada Lebaran Betawi, Berikut Rekayasa Lalu Lintas di Lapangan Banteng
-
OTT KPK di Tulungagung: Selain Bupati Gatut Sunu Wibowo, 15 Orang Juga Diamankan
-
Tiba di Pakistan, Tim Perunding Iran Ingatkan Pengalaman Pahit Dikhianati AS
-
Jaga Kelestarian Alam, Ekowisata Mangrove di Lombok Timur Ini 'Mengalah' Demi Napas Lingkungan
-
Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat