Suara.com - Polda Metro Jaya menyediakan 400 bus mudik gratis bagi masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.
"Ada 400 bus dengan kapasitas 20.000 orang," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (22/4/2022).
Sambodo mengatakan posko pendaftaran mudik gratis Polda Metro Jaya akan dibuka dari pukul 09.00 WIB sampai 16.00 WIB. Posko pendaftaran mudik gratis dibuka sampai Minggu (24/4) dengan pemberangkatan pertama mulai Senin (25/4).
Terkait jumlah pemudik dalam program mudik gratis tersebut Sambodo belum bisa menyampaikan jumlahnya karena masih dalam pendataan. "Sampai saat ini masih didata jumlah pemudik yang sudah terdaftar," ujarnya.
Meski demikian, Sambodo memastikan masih ada kursi yang tersedia bagi masyarakat yang hendak mengikuti program tersebut. "Kursi masih tersedia," tutur Sambodo.
Sebelumnya, sebanyak 6.500 calon pemudik di Ibu Kota hingga saat ini telah mendaftar untuk program mudik gratis sejak dibuka pada Sabtu (16/4) dari total 11.680 tiket yang disediakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Jadi, kuota masih banyak, kami masih membuka pendaftaran," kata Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan DKI Jakarta Yayat Sudrajat, di Jakarta, Senin (18/4).
Sedangkan untuk arus balik, Pemprov DKI menyediakan 8.000 tiket gratis sehingga total kuota tiket gratis yang disediakan untuk arus mudik dan balik mencapai 19.680 tiket.
DKI menyediakan 292 unit bus untuk melayani 17 kota dari Jakarta ke berbagai daerah di Pulau Jawa dan Sumatera untuk arus mudik dan 22 unit truk untuk mengangkut 660 motor pemudik.
Baca Juga: Sebut Sulit Insaf Ikuti Balapan Liar, Joki: Kecuali Acara Street Race Digelar Tiap Minggu
Sedangkan untuk arus balik, DKI menyediakan 200 unit bus dan sembilan truk yang mengangkut 270 motor pemudik. Nantinya, sepeda motor akan diberangkatkan lebih dahulu sesuai terminal keberangkatan calon pemudik.
Ia mengakui beberapa hari lalu akses pendaftaran sempat mengalami kendala karena sebanyak 4,8 juta orang mengakses laman https://www.mudikgratisdkijakarta.id.
Yayat menambahkan pihaknya mengutamakan warga dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI mengikuti program mudik gratis ini. Namun, pihaknya tidak menutup warga non-KTP DKI yang ikut asalkan masih tersedia kuota.
"Ini kan mengutamakan untuk KTP DKI. Kalau pun ada yang di luar KTP DKI, tetap kami terima selama kuota masih ada," imbuhnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kasus YTR di Bandung Ungkap Bahaya Kekerasan dalam Pacaran yang Kerap Tak Disadari
-
Kasus Video JK: Pelapor Ade Armando dan Abu Janda Kecewa Laporannya Dilempar ke Polda Metro
-
Bukan Menolak Lirboyo, Ini Sebenarnya yang Terjadi Saat Munas di Ploso
-
Kasus YTR Tuai Kecaman, Negara Diminta Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Gender
-
Pemkab Bangkalan Borong Jajanan PKL Saat Penyambutan Prabowo, Warga Nikmati Pembagian Gratis
-
Industri China Lebih Pilih Kasih Beasiswa ke Mahasiswa Vokasi RI daripada Datangkan TKA
-
Wacana Gabungkan Pidsus dan Pidum, Burhanuddin Nilai Koordinasi Penanganan Perkara Lebih Efektif
-
Risky Tinggalkan Rutinitas Jual Ikan Keliling, Kini Menata Mimpi di Sekolah Rakyat
-
Hutan Tropis Dianggap Penyerap Karbon Utama, Tapi Penelitian Baru Tunjukkan Hal Berbeda
-
Keterlibatan TNI Urus Pangan Jadi Sorotan, Prabowo Sebut Langkah Strategis bagi Negara